Sekolah kehidupan ini memiliki begitu banyak guru yang mengajarkan berbagai pelajaran hidup. Sebuah pembelajaran yang tak pernah mengenal kata akhir sampai "saatnya tiba",bagi orang-orang yang membuka hati untuk mengambil pelajaran dari setiap episode perjalanan hidupnya
Kamis, 22 April 2010
Minggu, 18 April 2010
REFLEKSI WAKTU
Lembayung datang
membungkus sepenggal perjalanan
menelan tapak-tapak terjejak
dan berlalu
Tertutup pekat dan kelam
dengan titik cahaya bertaburan
Hening...
lalu tergantikan bola sinar
terang dan hidup...
Subhanallah...
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???
membungkus sepenggal perjalanan
menelan tapak-tapak terjejak
dan berlalu
dengan titik cahaya bertaburan
Hening...
lalu tergantikan bola sinar
terang dan hidup...
Subhanallah...
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???
Selasa, 13 April 2010
Minggu, 11 April 2010
Bangun Dari Titik Nadir
Keceriaan dan semangat sudah tampak kembali... Ia sudah menemukan kembali semangat dan kehidupannya kembali, ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan selayaknya dulu, dia yang kukenal,hmmm... senang rasanya...
Cukup lama ia tak tampak, menjauh dan menyendiri banyak yang tidak mendengar serta mengetahui kabar dan keadaannya secara pasti, cukup lama ia tenggelam dengan dunianya sendiri, dunia yang hanya ada dirinya dengan persoalan yang dihadapi, tanpa ada yang tahu apa yang sedang terjadi, tanpa tahu apa yang sedang dirasakan, tiba-tiba dia menghilang tak tampak berbagai aktivitas telah ditinggalkan..
Sampai suatu ketika, tangis itu pecah, tangis yang sepertinya telah lama terpendam dan tersimpan, entah apa karena ia tak ingin membagi atau?.. entahlah... Banyak orang mengenalnya sebagai sosok yang kalem, dewasa, tenang, banyak orang yang mempercayainya sebagai teman curhat.. apa mungkin hal itu yang membuatnya enggan ubtuk berbagi kepada orang lain? atau apakah tak ada orang yang bisa dipercaya? entahlah... hanya dia yang tahu jawabannya.
Suara yang terbata-bata seakan berpacu dengan emosi dan tangis itu tumpah... kini tanda tanya itu telah terkuak, mengapa ia seperti itu, manusiawi dan wajar.. mengenai caranya menyikapi, yah.. setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam mengatasi persoalan hidupnya.
Hampir satu tahun semua itu berlalu, tlah kudapati keadaannya seperti semula, jatuh bangun ia mencoba untuk berdiri, dari terbaring, duduk lalu ia mencoba berdiri jatuh lagi sampai akhirnya ia bisa berjalan kembali.. Masya Allah seberat itukah perjuangannya untuk bisa bangkit kembali?
Atas saran seseorang ia rutin mendengar pengajian seorang ustadz, dan mengikuti teraphy secara tidak langsung, saran-saran yang ia dengar ia aplikasikan meskipun sulit (katanya). Alhamdulillah... kini ia telah kembali eksist dalam kehidupan..
Saya ucapkan SELAMAT DATANG...:)
Cukup lama ia tak tampak, menjauh dan menyendiri banyak yang tidak mendengar serta mengetahui kabar dan keadaannya secara pasti, cukup lama ia tenggelam dengan dunianya sendiri, dunia yang hanya ada dirinya dengan persoalan yang dihadapi, tanpa ada yang tahu apa yang sedang terjadi, tanpa tahu apa yang sedang dirasakan, tiba-tiba dia menghilang tak tampak berbagai aktivitas telah ditinggalkan..
Sampai suatu ketika, tangis itu pecah, tangis yang sepertinya telah lama terpendam dan tersimpan, entah apa karena ia tak ingin membagi atau?.. entahlah... Banyak orang mengenalnya sebagai sosok yang kalem, dewasa, tenang, banyak orang yang mempercayainya sebagai teman curhat.. apa mungkin hal itu yang membuatnya enggan ubtuk berbagi kepada orang lain? atau apakah tak ada orang yang bisa dipercaya? entahlah... hanya dia yang tahu jawabannya.
Suara yang terbata-bata seakan berpacu dengan emosi dan tangis itu tumpah... kini tanda tanya itu telah terkuak, mengapa ia seperti itu, manusiawi dan wajar.. mengenai caranya menyikapi, yah.. setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam mengatasi persoalan hidupnya.
Hampir satu tahun semua itu berlalu, tlah kudapati keadaannya seperti semula, jatuh bangun ia mencoba untuk berdiri, dari terbaring, duduk lalu ia mencoba berdiri jatuh lagi sampai akhirnya ia bisa berjalan kembali.. Masya Allah seberat itukah perjuangannya untuk bisa bangkit kembali?
Atas saran seseorang ia rutin mendengar pengajian seorang ustadz, dan mengikuti teraphy secara tidak langsung, saran-saran yang ia dengar ia aplikasikan meskipun sulit (katanya). Alhamdulillah... kini ia telah kembali eksist dalam kehidupan..
Saya ucapkan SELAMAT DATANG...:)
Selasa, 06 April 2010
MAKNA SEBUAH FOTO

Sang kakek...
Sepuhnya usia sang kakek merupakan sinyal, sepanjang dan selama itulah beliau bergumul dalam arena perjuangan, bergelut dalam suka duka perjuangan yang membuatnya semakin jatuh cinta dan enggan untuk mundur...
Kita belumlah setua usia sang kakek, namun akan terus berjuang menapaki kehidupan ini seperti sang kakek mempertahankan negeri Palestina. 30 akan belajar dari kekuatan, hamassah, kearifan dan militansi sang kakek...
Manusia dengan fisik berbeda dari orang kebanyakan...
Fisiknya bukanlah gambaran dari siapa dan seperti apa dirinya, fisiknya yang mungkin bagi sebagian orang banyak menjadikan orang-orang seperti beliau patut dikasihani, tapi beliau mampu (atas seizinNya) membuat si kerdil israel tak bisa tidur...
Kadang kita merasa memiliki banyak keterbatasa dalam diri kita, namun insya Allah tak akan menjadikan para pejuangnya 'pejuang-pejuang kerdil kehidupan' yang menyerah sebelum all out berjuang, karena syekh Ahmad yassin telah membuktikan keterbatasan beliau takkan pernah membuatnya melangkah mundur...
Senyum...
Siapapun mengetahui, siapapun merasakan bagaimana besar dan beratnya tribulasi yang beliau hadapi dalam membebaskan palestina dari zionis, tapi senyum yang mendamaikan tetap terkembang, melambangkan ketenangan, keoptimisan dan keyakinan akan akhir sebuah kemenangan, dan senyumnya adalah lambang kekuatan hatinya.
K ita harus tetap tersenyum ya... :)
Anak-anak...
Gigihnya perjuangan beliau salah satunya untuk mempertahankan senyum bocah-bocah di sekelilingnya menjadi sebuah negara palestina merdeka, lihat senyum mereka manis-manis kan ??
Masih banyak senyum-senyum penantian di setiap sudut kehidupan yang akan menghantarkan mereka memaknai kehidupan dan menyelami indahnya islam.. tak kalah manis dengan bocah-bocah di samping syekh... :)
sumber foto: www.harakatuna.wordpress.com
Selasa, 23 Februari 2010
BUNGA KELABU
"Bunganya bagus..."
Reflek ia menoleh dan tersenyum malu sambil berkata "ah... biasa aja kok"Pemandangan itu memang menarik perhatian, siapapun yang duduk disampingnya pasti dapat melihat goresan-goresan pensil yang berbentuk bunga, bunga yang berwarna abu-abu karena digambar menggunakan pensil.
Entah sepertinya hal itu telah menjadi kebiasaannya, mengambar bunga di kertas, setiap catatan kuliah, buku, maupun lembaran-lembaran foto cpy selalu terdapat gambar bunga dan dalam berbagai kesempatan, sepertinya hal itu reflek tanpa di sadari. Bunganya,mmm... seperti melati, simbol dari namanya...
Akhirnya tanda tanya dan rasa penasaran itu terjawab, bunga yang menggambarkan kerinduan dihatinya...
Ada keinginan dan kerinduan jika ia berulang tahun, kerinduan sebuah hadiah atau kado... Keinginan yang begitu sederhana, kado yang siapapun dapat memberikannya, bunga... yah bunga meskipun hanya setangkai, walaupun itu hanya bunga-bunga liar yang terdapat di pinggir-pinggir jalan,namun belum ada seorangpun yang melakukannya,padahal begitu sering ia mendapat kado baik dari keluarga atau teman-temannya, tapi belu ada kado yang berupa bunga...
Keinginan itu tak pernah terungkapkan, sampai suatu ketika seorang sahabat yang ia kenal di bangku SMA, menanyakan " ingin kado apa ulang tahun nanti?"
kita semua pasti sudah mengetahui jawabannya... B.U.N.G.A...
Sebelum hari ulang tahunnya tiba, ia harus berpisah dengan sahabatnya yang di terima di sebuah universitas negeri di Yogyakarta, dan harapan itu sampai saat ini hanya menjadi harapan. Terlebih ketika ia sudah kehilangan kontak dengan sahabatnya.
Keinginan dan harapan itu masih terus dinantinya, kerinduan itu masih bersamanya, mungkin bunga itupun masih akan terus berwarna kelabu sampai ada yang memberinya bunga sebagai kado di hari ulang tahunnya.
Mulai saat ini cobalah tanyakan keinginan orang-orang terdekat kita, karena tidak semua orag mampu mengungkapkannya.
Semoga suatu hari bunga itu akan berwarna emtah itu merah, kuning, putih atau yang lainnya.
Tenang dan bersabarlah, kelak akan ada yang memberimu bunga dihari ulang tahunmu. karena saat ini keinginan itu sudah terungkap.
Rabu, 23 Desember 2009
KAIFA HALUK YA NAFSIY???
Segala puji hanya milik Allah sholawat dan salam teriring pada Rasulullah SAW
Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)
Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)
Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...
Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....
Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)
Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...
Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..
Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.
(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)
Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)
Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)
Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...
Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....
Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)
Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...
Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..
Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.
(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)
Langganan:
Postingan (Atom)