Sekolah kehidupan ini memiliki begitu banyak guru yang mengajarkan berbagai pelajaran hidup. Sebuah pembelajaran yang tak pernah mengenal kata akhir sampai "saatnya tiba",bagi orang-orang yang membuka hati untuk mengambil pelajaran dari setiap episode perjalanan hidupnya
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 November 2012
Ku Ingin Mengabdi II
Ada keceriaan setiap kali wajahnya tampak
Ada gurat senyum dan tawa terkembang
yang turut serta menjalar ke sekeliling
Ah, suamiku...
Senyum dan tawamu begitu setia menemani hari-hariku...
Ada celoteh penghilang penat
Ada gurauan penawar duka
Ada sabar dan cinta pendamping nasehatmu
Ada semangat yang menyertai supportmu untukku
Suamiku, bahagia bersamamu...
Ada harap dalam doamu
Ada cita dalam anganmu
Ada tulus dalam kasih dan baktimu
menghiasi kesetiaan pengabdianmu pada sang bunda
Terasa kasih dan cinta yang besar pula pada bunda anakmu
Semoga Allah memberkahimu...
Dalam asa dan do'amu
Dalam meniti akhir impianmu
Ku ingin mengabdi
Berharap ada cinta dan jannah-Nya kan kuraih...
"sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam
ya Robbi bimbinglah kami…"
" BUNGA UNTUK SYUHADA "
Seputih melati, ruh sucimu kembali keharibaan-Nya..
Semerbak melati mewangi, seharum darah syahidmu tumpah ke bumi..
Helai-helai mahkota yang berguguran, tangkai demi tangkai yang berjatuhan tak serta merta merobohkan pohon melati yang bertengger indah..
Gugurnya bunga-bunga syuhada takkan pernah menghentikan pohon perjuangan yang terus merangsak bersemi..
Pohon-pohon perjuangan akan terus menumbuhkan mujahid-mujahidah yang selalu bermekaran,
Siap menjadi bunga-bunga syuhada yang kan mengharumkan taman-taman perjuangan...
Jumat, 02 November 2012
My Wedding
3 Ramadhan...
Alam bersuka cita dalam limpahan rahmat-Nya
energi ketundukanmembalut bumi dan seisinya
Dalam gegap gempita penghambaan insan beriman
Allah hadirkanseorang bayi laki-laki meramaikan Ramadhan yang syahdu
Syahril Ramadhan Lubis...
1 Syawwal...
Ramadhan berlalu, fajar syawwal menyingsing
Gelombang takbir mengangkasa
mengiringi hadirnya sukma-sukma nan fitri
Terbukalah mata seorang bayi perempuan menatap dunia
Fitri Indiya Sukma...
Bergeraklah mereka dalam puttaran roda takdir masing-masing
hingga skenario-Nya membawa mereka pada proses ta'aruf 12 Februari 2011
Menjalinkan mereka dalam ikatan khitbah 6 Maret 2011
Dan menyatukan mereka dalam akad nikah 10 April 2011
Yaa Rabb...
Tsabatkan mereka di jalanMu
Bimbing mereka dalam membentuk keluarga dakwah yang sakinah, mawaddah wa rahmah...
Alam bersuka cita dalam limpahan rahmat-Nya
energi ketundukanmembalut bumi dan seisinya
Dalam gegap gempita penghambaan insan beriman
Allah hadirkanseorang bayi laki-laki meramaikan Ramadhan yang syahdu
Syahril Ramadhan Lubis...
1 Syawwal...
Ramadhan berlalu, fajar syawwal menyingsing
Gelombang takbir mengangkasa
mengiringi hadirnya sukma-sukma nan fitri
Terbukalah mata seorang bayi perempuan menatap dunia
Fitri Indiya Sukma...
Bergeraklah mereka dalam puttaran roda takdir masing-masing
hingga skenario-Nya membawa mereka pada proses ta'aruf 12 Februari 2011
Menjalinkan mereka dalam ikatan khitbah 6 Maret 2011
Dan menyatukan mereka dalam akad nikah 10 April 2011
Yaa Rabb...
Tsabatkan mereka di jalanMu
Bimbing mereka dalam membentuk keluarga dakwah yang sakinah, mawaddah wa rahmah...
Senin, 07 Maret 2011
Ku Ingin Mengabdi
Tapak-tapak masih terjejak di bumi-Mu
Peluh-peluh masih menetes
raib terserap benang terpintal rapi
Akal masih terus memutar menelurkan gagasan
Bumi menjadi saksi jejaknya
Langit menjadi saksi atas ikhlasnya menerima guyuran hujan dan terik mentari
Siang saksi kiprahnya
Malam saksi terjaganya mata dari lelap untuk Rabb dan umat
Adakah cita dalam setiap langkahnya?
Ada harapkah dalam setiap munajatnya?
Ada akhirkah untuk pengabdiannya?
Izinkanku mengabdi...
Pondok Benda, 8 Maret 2011
Peluh-peluh masih menetes
raib terserap benang terpintal rapi
Akal masih terus memutar menelurkan gagasan
Bumi menjadi saksi jejaknya
Langit menjadi saksi atas ikhlasnya menerima guyuran hujan dan terik mentari
Siang saksi kiprahnya
Malam saksi terjaganya mata dari lelap untuk Rabb dan umat
Adakah cita dalam setiap langkahnya?
Ada harapkah dalam setiap munajatnya?
Ada akhirkah untuk pengabdiannya?
Izinkanku mengabdi...
Pondok Benda, 8 Maret 2011
Jumat, 05 November 2010
SUARA SUKMA DALAM JEJAK KAFILAH
Suara Sukma I
Sekuat azzam ini terpatri
Semampu akal ini berfikir
Sebisa raga ini bergerak
Semerdu senandung ini terlantun
Seyakin hati ini berlabuh
Kusertakan asa dalam jejak kafilah
Tsabatkan ya Rabb..
Suara Sukma II
Dalam berbagai gerak hidup raga ini terpaku
aku rindu...
Dalam hiruk pikuk dunia sukma ini terasing
aku rindu...
Dalam kelebat fikir bergulir akal ini tersentak
aku rindu...
Kemenangan...
Syahid...
Perjumpaan...
Sampaikan ya Rahiim...
Jejak Kafilah I
Sekuat azzam ini terpatri
Semampu akal ini berfikir
Sebisa raga ini bergerak
Semerdu senandung ini terlantun
Seyakin hati ini berlabuh
Kusertakan asa dalam jejak kafilah
Tsabatkan ya Rabb..
Suara Sukma II
Dalam berbagai gerak hidup raga ini terpaku
aku rindu...
Dalam hiruk pikuk dunia sukma ini terasing
aku rindu...
Dalam kelebat fikir bergulir akal ini tersentak
aku rindu...
Kemenangan...
Syahid...
Perjumpaan...
Sampaikan ya Rahiim...
Jejak Kafilah I
Ada titian mendaki
Ada jalur menurun
Ada rute berkelok
Ada jalan berlubang
Ada arah beronak duri
Tak selalu datar...
Jejak Kafilah II
Ada titian benderang
Ada jalur berbunga
Ada rute bercahaya
Ada jalan berkilauan
Ada arah mewangi
Pada saatnya kan bergilir...
Rabu, 29 September 2010
DI ATAS SAJADAH
Di atas sajadah kata berdawai
kala fithrah diri tersentuh
Di atas sajadah kata bersenandung
saat azzam menyapa jiwa
Di atas sajadah kata terlantun
ketika siluet hadir
tak nyata,
tak jelas,
tak tahu..
Di atas sajadah kata terhampar
butiran-butiran asa
getar-getar jiwa bergelombang
kala fithrah diri tersentuh
Di atas sajadah kata bersenandung
saat azzam menyapa jiwa
Di atas sajadah kata terlantun
ketika siluet hadir
tak nyata,
tak jelas,
tak tahu..
Di atas sajadah kata terhampar
butiran-butiran asa
getar-getar jiwa bergelombang
dalam bingkai tawakkal
Senin, 06 September 2010
PARADE TINTA UNTUK PALESTINA 1
DUNIA DAN PALESTINA
Dunia, buta...
darah dan mayat-mayat berjatuhan tak melihat
Dunia, tuli...
tak mampu mendengar teriakan rakyat Palestina dan para aktivis kemanusiaan
Dunia, bisu...
terbungkam retorika Israel
Dimana liga Arab ?
Dimana OKI ?
Dimana PBB ?
Dimana NATO ?
Mana orang-orang yang mengaku polisi dunia ?
Mana orang-orang yang berteriak perang terhadap teroris ?
Mana orang-orang yang selalu mengumandangkan HAM ?
Mana orang-orang yang menyerukan perdamaian dunia ?
Membiarkan,
Monster-monster Israel terus memangsa rakyat Palestina
Mendiamkan,
Drakula-drakula Zionis terus menghisap darah Gaza
Menonton,
Vampir-vampir Yahudi bergentayangan di bumi Palestina
Sudah waktunya,
Dunia yang buta melihat...
Sudah saatnya,
Dunia yang tuli mendengar...
Sudah masanya,
Dunia yang bisu berbicara...
Atas nama kemanusiaan,
Atas nama perdamaian,
Atas nama kemerdekaan...
R A K Y A T P A L E S T I N A.....
Dunia, buta...
darah dan mayat-mayat berjatuhan tak melihat
Dunia, tuli...
tak mampu mendengar teriakan rakyat Palestina dan para aktivis kemanusiaan
Dunia, bisu...
terbungkam retorika Israel
Dimana liga Arab ?
Dimana OKI ?
Dimana PBB ?
Dimana NATO ?
Mana orang-orang yang mengaku polisi dunia ?
Mana orang-orang yang berteriak perang terhadap teroris ?
Mana orang-orang yang selalu mengumandangkan HAM ?
Mana orang-orang yang menyerukan perdamaian dunia ?
Membiarkan,
Monster-monster Israel terus memangsa rakyat Palestina
Mendiamkan,
Drakula-drakula Zionis terus menghisap darah Gaza
Menonton,
Vampir-vampir Yahudi bergentayangan di bumi Palestina
Sudah waktunya,
Dunia yang buta melihat...
Sudah saatnya,
Dunia yang tuli mendengar...
Sudah masanya,
Dunia yang bisu berbicara...
Atas nama kemanusiaan,
Atas nama perdamaian,
Atas nama kemerdekaan...
R A K Y A T P A L E S T I N A.....
PARADE TINTA UNTUK PALESTINA 2
AL-AQSHO
Rintihanmu kembali terdengar
memanggil setiap ruh yang hidup
saat para zionis bermunculan
ketika wajah-wajah kelam Israel menampakkan wajahnya
Al-Aqsho..
Ingin kami melindungimu
Ingin kami membentengimu dari sentuhan tangan kotor zionis
Ingin kami menghapus air mata rakyatmu
Al-Aqsho..
Hati kami sakit,
saat mereka mendekatimu
Kami marah,
kala mereka menyentuhmu
dan hati kami terbakar
ketika mereka membantai para pembelamu
Berteriak sekeras mungkin...
Agar dunia mendengar rintihanmu
agar dunia menghentikan aksi tak beradab Israel
agar dunia tak lagi memandang deritamu sebelah mata
Al-Aqsho...
Hanya pundi-pundi yang mampu kami himpun
hanya untaian do'a pada sang penguasa
akan kebenaran janjiNya
sebuah kemenangan pada akhirnya...
Allahumma aamiin...
CINTA UNTUK GAZA
Langit biru memayungi gelombang manusia
Mentari turut menyertai perjalanan kami
Hembusan angin tak mau ketinggalan mendampingi kami
Gaza...
dengarlah takbir cinta kami
Gaza...
Saksikan gelombang cinta saudaramu
Gaza...
Rasakan ungkapan cinta kami
Sambutlah,
Luapan isi hati kami..
degup rasa kami..
suara jiwa kami..
Sebuah cinta
untuk GAZA
( 3 juni 2010, di tengah macet sepulang aksi)
Rintihanmu kembali terdengar
memanggil setiap ruh yang hidup
saat para zionis bermunculan
ketika wajah-wajah kelam Israel menampakkan wajahnya
Al-Aqsho..
Ingin kami melindungimu
Ingin kami membentengimu dari sentuhan tangan kotor zionis
Ingin kami menghapus air mata rakyatmu
Al-Aqsho..
Hati kami sakit,
saat mereka mendekatimu
Kami marah,
kala mereka menyentuhmu
dan hati kami terbakar
ketika mereka membantai para pembelamu
Berteriak sekeras mungkin...
Agar dunia mendengar rintihanmu
agar dunia menghentikan aksi tak beradab Israel
agar dunia tak lagi memandang deritamu sebelah mata
Al-Aqsho...
Hanya pundi-pundi yang mampu kami himpun
hanya untaian do'a pada sang penguasa
akan kebenaran janjiNya
sebuah kemenangan pada akhirnya...
Allahumma aamiin...
CINTA UNTUK GAZA
Langit biru memayungi gelombang manusia
Mentari turut menyertai perjalanan kami
Hembusan angin tak mau ketinggalan mendampingi kami
Gaza...
dengarlah takbir cinta kami
Gaza...
Saksikan gelombang cinta saudaramu
Gaza...
Rasakan ungkapan cinta kami
Sambutlah,
Luapan isi hati kami..
degup rasa kami..
suara jiwa kami..
Sebuah cinta
untuk GAZA
( 3 juni 2010, di tengah macet sepulang aksi)
Selasa, 04 Mei 2010
SUARA RINDUKU
Di mushola kecil ini
Allah pertemukan kita
di mushola mungil ini
kita saling berbagi
dikala suka datang
kita tertawa bersama
kala duka hadir
kita saling menghibur
saat sulit datang
kita saling menguatkan
Demi sebuah cita-cita
demi berseminya perjuangan ini
Dia tidak menghimpun kita lagi
Dia meinginkan kita melebarkan sayap-sayap dakwah ke setiap tempat singgah kita
Namamu kan melekat erat
dalam memoriku
walau raga kita terpisah
namun ikatan ukhueah ini
tak akan lekang
walau kita tak lagi bersua
dalam satu majelisNya
kita kan tetap bersua dalam naunganNya
sebuah harap dalam sujud
pertemuan kita diperjalanan nanti
pertemuan kita dalam jalan ini
dan
pertemuan kita kelak di syurgaNya...
Pamulang, juli 2006
Allah pertemukan kita
di mushola mungil ini
kita saling berbagi
dikala suka datang
kita tertawa bersama
kala duka hadir
kita saling menghibur
saat sulit datang
kita saling menguatkan
Demi sebuah cita-cita
demi berseminya perjuangan ini
Dia tidak menghimpun kita lagi
Dia meinginkan kita melebarkan sayap-sayap dakwah ke setiap tempat singgah kita
Namamu kan melekat erat
dalam memoriku
walau raga kita terpisah
namun ikatan ukhueah ini
tak akan lekang
walau kita tak lagi bersua
dalam satu majelisNya
kita kan tetap bersua dalam naunganNya
sebuah harap dalam sujud
pertemuan kita diperjalanan nanti
pertemuan kita dalam jalan ini
dan
pertemuan kita kelak di syurgaNya...
Pamulang, juli 2006
Kamis, 22 April 2010
SELAMAT JALAN MUJAHID
Shubuh menggelegar
bumi berguncang
jutaan mata mengalirkan butiran beningnya
jutaan manusia berkabung
Langit bersedih dengan rintiknya
media memanas dengan beritanya
gemuruh thoyyibah mengangkasa
pekikan takbir duka melengking
Menghantarkan sang mujahid
menemui kekasihnya
selamat jalan mujahid
selamat jalan pejuang
Minggu, 18 April 2010
REFLEKSI WAKTU
Lembayung datang
membungkus sepenggal perjalanan
menelan tapak-tapak terjejak
dan berlalu
Tertutup pekat dan kelam
dengan titik cahaya bertaburan
Hening...
lalu tergantikan bola sinar
terang dan hidup...
Subhanallah...
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???
membungkus sepenggal perjalanan
menelan tapak-tapak terjejak
dan berlalu
dengan titik cahaya bertaburan
Hening...
lalu tergantikan bola sinar
terang dan hidup...
Subhanallah...
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???
Senin, 14 Desember 2009
RENUNGAN
YANG BERLALU
Tahun demi tahun berlalu
Bulan, minggu, hari, jam, menit
bahkan detik
perlahan meninggalkanku
Seraya berkata
jangan kau ulangi lagi
jangan kau sia-siakan lagi
dan jangan sampai kau menyesal
karena dia semakin dekat, dekat, terlalu dekat
Tahun demi tahun berlalu
Bulan, minggu, hari, jam, menit
bahkan detik
perlahan meninggalkanku
Seraya berkata
jangan kau ulangi lagi
jangan kau sia-siakan lagi
dan jangan sampai kau menyesal
karena dia semakin dekat, dekat, terlalu dekat
Sabtu, 21 November 2009
SANG FARIS
Hentakan tapak kuda
Menghujam di kegersangan sahara
Semburan debu padang pasir
membumbung mengaburkan pandangan
Kelebat terjangan kuda
berpacu bersama gemuruh detak jantung
bermandikan peluh
berbasuh panas sang surya
Berbekal panji-panji ilahi
Tergenggam pedang berkilat
Terus melangkah maju
menghadang kemungkaran
Tak peduli indahnya sang mawar
Tak teringat gemerlapnya permata
hanya satu puncak tujuan
syahid fi sabilillah
Si durjana di hadapan
tak ada kata mundur walau selangkah
Denting pedang berbenturan
memancarkan darah suci
Semerbak harum teriring senyum sang surya
menghantarkan sang faris
menghadap Rabb nya
menjemput bidadari
(Terinspirasi dari kisah "benteng-benteng hidup" Rasulullah dalam perang uhud)
Al Faris= penunggang kuda
Menghujam di kegersangan sahara
Semburan debu padang pasir
membumbung mengaburkan pandangan
Kelebat terjangan kuda
berpacu bersama gemuruh detak jantung
bermandikan peluh
berbasuh panas sang surya
Berbekal panji-panji ilahi
Tergenggam pedang berkilat
Terus melangkah maju
menghadang kemungkaran
Tak peduli indahnya sang mawar
Tak teringat gemerlapnya permata
hanya satu puncak tujuan
syahid fi sabilillah
Si durjana di hadapan
tak ada kata mundur walau selangkah
Denting pedang berbenturan
memancarkan darah suci
Semerbak harum teriring senyum sang surya
menghantarkan sang faris
menghadap Rabb nya
menjemput bidadari
(Terinspirasi dari kisah "benteng-benteng hidup" Rasulullah dalam perang uhud)
Al Faris= penunggang kuda
" ASA "
Sang surya kembali menyingsing
kegelapan sirnalah sudah
kehadirannya membuka mata-mata yang lelap
kedatangannya menggerakkan sendi-sendi yang lunglai
Tegaklah jasad-jasad tak berdaya
dengan seizinNya
membawa sinar
dengan senyum
dalam asa...
kegelapan sirnalah sudah
kehadirannya membuka mata-mata yang lelap
kedatangannya menggerakkan sendi-sendi yang lunglai
Tegaklah jasad-jasad tak berdaya
dengan seizinNya
membawa sinar
dengan senyum
dalam asa...
Minggu, 18 Oktober 2009
SANG PENGEMBARA
Ia pergi meninggalkan orang-orang terkasihnya
Ia beranjak melepas orang-orang yang dicintai
Hidup adalah terus bergerak
bergerak mewujudkan cita
bergerak meraih mimpi
bergerak mentarbiyah diri dalam tempaan hidup
Dimanapun ia singgah bumi Allah yang dipijaknya
tak pernah ragu
Dimanapun ia berada Allah selalu menyertainya
tak kenal gentar
Dimanapun ia menetap doa orang-orang terkasih selalu mengiringi
memantapkan jejak langkahnya
Selamat berjuang wahai sang pengembara
Ia beranjak melepas orang-orang yang dicintai
Hidup adalah terus bergerak
bergerak mewujudkan cita
bergerak meraih mimpi
bergerak mentarbiyah diri dalam tempaan hidup
Dimanapun ia singgah bumi Allah yang dipijaknya
tak pernah ragu
Dimanapun ia berada Allah selalu menyertainya
tak kenal gentar
Dimanapun ia menetap doa orang-orang terkasih selalu mengiringi
memantapkan jejak langkahnya
Selamat berjuang wahai sang pengembara
Kamis, 24 September 2009
SENYUM
Senyum
mampu mendamaikan hati
mampu menghadirkan kebahagiaan
mampu mendatangkan senyuman
Senyum
dapat menghapus duka
dapat membuang amarah
dapat mengusir kegundahan
Senyum
secerah mentari terbit
seindah kuntum bunga yang bermekaran
sehangat belaian kasih ibu
Tersenyumlah
kita bahagiakan hidup ini dengan senyuman
mampu mendamaikan hati
mampu menghadirkan kebahagiaan
mampu mendatangkan senyuman
Senyum
dapat menghapus duka
dapat membuang amarah
dapat mengusir kegundahan
Senyum
secerah mentari terbit
seindah kuntum bunga yang bermekaran
sehangat belaian kasih ibu
Tersenyumlah
kita bahagiakan hidup ini dengan senyuman
Jumat, 18 September 2009
YANG KAN BERLALU
Malam-malam syahdu dalam balutan dzikir
Malam-malam para 'abid yang terjaga dari lelap
Hari-hari dimana diri terjaga dari alpa
Hari-hari penuh semangat penghambaan
Akan segera berlalu
Ramadhan
Hadirmu menguatkan jiwa-jiwa yang lemah
Kedatanganmu mendamaikan hati-hati yang kesat
Kunjunganmu menyemaikan keimanan nan kokoh
Kini dalam hitungan menit
engkau kan pergi meninggalkan kami
saat kami sedang menikmati jamuanNya yang indah
Dalam takbir bergema kan kuhantar kepergianmu
Sebuah doa dalam sujud di penghujung Ramadhan
Semoga malam-malam yang menemaniku
Hari-hari yang menjagaku akan terus hadir dalam sebelas bulan kemudian
Semoga Allah pertemukan kita kembali
Malam-malam penghambaan itu
Hari-hari dalam dekapan Rahmat Nya
dalam guyuran maghfirahNya,kan selalu ku rindu
Pondok Benda,29 Ramadhan 1430 H
Senin, 24 Agustus 2009
MALAM PARA PEJUANG
Satu persatu sang pejuang bangkit
dinginnya sentuhan wudhu
telah mengusir kantuk mereka
Satu pejuang,sepuluh pejuang,seratus pejuang
berdiri rapat membentuk shaf kokoh
yang siap membentengi dien ini
Allahu Akbar
Memecah kesunyiab malam
menggetarkan relung-relung hati
membakar syetan laknatullah
Kini
Wajah pemberani itu tertunduk
jiwa ksatria itu bersimpuh
air mata yang enggan tampak dihadapan makhluk
berlinang beriramakan isak tangis
khusyuk,penuh harap dan cemas
Plong
Jiwa-jiwa lemah itu kembali bangkit
siap berpacu dalam deru kehidupan
dalam pertarungan hidup
yang kian angkuh pada sang khalik
dinginnya sentuhan wudhu
telah mengusir kantuk mereka
Satu pejuang,sepuluh pejuang,seratus pejuang
berdiri rapat membentuk shaf kokoh
yang siap membentengi dien ini
Allahu Akbar
Memecah kesunyiab malam
menggetarkan relung-relung hati
membakar syetan laknatullah
Kini
Wajah pemberani itu tertunduk
jiwa ksatria itu bersimpuh
air mata yang enggan tampak dihadapan makhluk
berlinang beriramakan isak tangis
khusyuk,penuh harap dan cemas
Plong
Jiwa-jiwa lemah itu kembali bangkit
siap berpacu dalam deru kehidupan
dalam pertarungan hidup
yang kian angkuh pada sang khalik
Langganan:
Postingan (Atom)
