Senyum begitu cerah Tertampak
Tawa begitu renyah mengembang diantara tarikan gurat wajahnya
Tajam dan dalam kedua sorot mata itu bersinar
Kuat dan kokoh tapak kakinya menjejak
Sebuah cita…
Sebaris mimpi…
Pengokoh azzam dalam setiap geraknya
Penguat asa dalam titian langkahnya
Tanpa terucap, tanpa terdengar
Tersimpan dalam sukma terdalamnya
Ia masih bergerak
Dalam hiasan debu-debu jalanan
Dalam curahan lembut sang mentari
Dalam tumpahan butiran bening sang langit
Ia terus bergerak
Saat peluh ingin terseka
Saat kelopak ingin menutup
Saat tubuh ingin terhampar
Mujahid itu masih terjaga
Dalam detak detik waktu bergulir
Dalam gelap pekat menghantar
Dalam keheningan malam menemani
Terjaga, dalam lingkaran amanah dipundaknya
Ia akan terus bergerak
Dengan membawa segenap kekuatan dan kelemahan
Dalam segala Kelebihan serta keterbatasannya …
Ia masih dan akan terus bergerak dan bergerak
Hingga tapak tak terjejak
Hinggga genggaman terlepas
Hingga kelopak itu tertutup
Hingga…
Sang penguasa menghentikan langkahnya…
Untukmu mujahid tercintaku
SYAHRIL RAMADHAN LUBIS
Semoga Allah memberkahi langkah2mu , senantiasa membimbing dan meneguhkanmu di jalan-Nya…
Sekolah kehidupan ini memiliki begitu banyak guru yang mengajarkan berbagai pelajaran hidup. Sebuah pembelajaran yang tak pernah mengenal kata akhir sampai "saatnya tiba",bagi orang-orang yang membuka hati untuk mengambil pelajaran dari setiap episode perjalanan hidupnya
Tampilkan postingan dengan label Jalanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalanku. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 November 2012
Senin, 05 November 2012
AKU RINDU...
Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …
Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …
Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
KATA-KATA "SANG MURABBI" KH RAHMAT
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …
Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …
Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …
Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
KATA-KATA "SANG MURABBI" KH RAHMAT
Jumat, 02 November 2012
KAIFA HALUK YA NAFSIY ???
Segala puji hanya milik Allah sholawat dan salam teriring pada Rasulullah SAW
Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)
Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)
Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...
Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....
Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)
Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...
Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..
Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.
(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)
Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)
Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)
Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...
Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....
Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)
Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...
Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..
Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.
(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)
KARENA HARAPANLAH KITA BERTAHAN
Alhamdulillah......:)
Setelah adzan Zuhur berkumandang, syuro hari inipun berakhir...
Semangat...
Kata yang begitu indah di dengar,tak hanya indah namun memiliki energi untuk di tularkan...
Saat seseorang masih memiliki semangat apapun pasti dapat di lalui (INSYA ALLAH),
Selama semangat masih ada berbagai rintangan terasa ringan,
Selagi semangat itu berkobar tak ada yang dapat memadamkan kecuali kahendak Allah
So...
tetaplah bersemangat :)
Tak cukup hanya tekad dalam mengejar cita, tak cukup hanya semangat untuk menggapai mimpi.. karena tekad adakalanya melemah, begitu pula semangat ada masa2 dia turun, berarti kita perlu menambah satu kata lagi dalam kamus perjuangan kita, betulkan?
Satu kata yang akan memelihara semangat kita, satu kata yang kan mengokohkan azzam kita, sebuah kata...Y.A.K.I.N...
Keyakinan kita akan janji-Nya...
Bahwa DIA akan menolong siapapun yang menolong agama-Nya..
Bahwa DIA akan mengokohkan pijakan insan-insan yang berjuang menegakkan agama-Nya..
Bahwa DIA akan memenangkan perjuangan ini,sampai tak ada lagi fitnah dan agama ini hanya milikNya...
Subhanallah...
Tak ada yang lebih tepat dan benar janji dari sekian janji, melainkan janji-Nya... Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya...
"Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da?wah ini , jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi" (TEKAD, izzatul islam)
TEKAD terlahir karena HARAPAN...
SEMANGAT hadir karena HARAPAN...
KEYAKINAN bersemayam untuk HARAPAN...
Dan karena HARAPAN itulah kita BERTAHAN...
Setelah adzan Zuhur berkumandang, syuro hari inipun berakhir...
Semangat...
Kata yang begitu indah di dengar,tak hanya indah namun memiliki energi untuk di tularkan...
Saat seseorang masih memiliki semangat apapun pasti dapat di lalui (INSYA ALLAH),
Selama semangat masih ada berbagai rintangan terasa ringan,
Selagi semangat itu berkobar tak ada yang dapat memadamkan kecuali kahendak Allah
So...
tetaplah bersemangat :)
Tak cukup hanya tekad dalam mengejar cita, tak cukup hanya semangat untuk menggapai mimpi.. karena tekad adakalanya melemah, begitu pula semangat ada masa2 dia turun, berarti kita perlu menambah satu kata lagi dalam kamus perjuangan kita, betulkan?
Satu kata yang akan memelihara semangat kita, satu kata yang kan mengokohkan azzam kita, sebuah kata...Y.A.K.I.N...
Keyakinan kita akan janji-Nya...
Bahwa DIA akan menolong siapapun yang menolong agama-Nya..
Bahwa DIA akan mengokohkan pijakan insan-insan yang berjuang menegakkan agama-Nya..
Bahwa DIA akan memenangkan perjuangan ini,sampai tak ada lagi fitnah dan agama ini hanya milikNya...
Subhanallah...
Tak ada yang lebih tepat dan benar janji dari sekian janji, melainkan janji-Nya... Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya...
"Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da?wah ini , jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi" (TEKAD, izzatul islam)
TEKAD terlahir karena HARAPAN...
SEMANGAT hadir karena HARAPAN...
KEYAKINAN bersemayam untuk HARAPAN...
Dan karena HARAPAN itulah kita BERTAHAN...
Kamis, 01 November 2012
Sang Murobbi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu
Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu
Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu
Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati
Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu
Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu
Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu
Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati
Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani
Selasa, 30 Oktober 2012
mari mainkan karena irama itu begitu indah
Pagelaran musik yang begitu indah dan luar biasa baru saja berakhir... Irama merdu yang terdiri dari gitar,biola,drum,piano dsb...
Kemerduan itu muncul karena adanya perbedaan warna dari berbagai alat musik yang berkumpul menjadi satu... Sebuah perpaduan yang indah...
Akan terasa sepi dan datar hidup ini jika hanya terdiri dalam satu warna, berharap setiap orang berkarakter sama dengan kita, memiliki hobby yang sama dengan kita juga berprofesi dan beraktivitas sama dengan kita... Mungkin akan terasa aneh dan menjenuhkan... Betulkan? :-)
Jika kita bercermin pada RUMAH, perbedaan potensi dan posisi dari setiap bahan bangunan yang justru menjadikan rumah itu berdiri kokoh...
Ada atap yang menaungi, dinding yang membentengi, pondasi yang mengokohkan, ventilasi yang menghadirkan kesegaran, lantai yang di jejaki dan cat yang berwarna sebagai sentuhan akhir yang mepercantik serta memperindah rumah...
Tak ada yang perlu menyesali, tak ada yang harus merasa bersalah dan tak ada pula yang harus merasa malu dalam perjalanan dakwah ini...
Semua ada masanya, ada saat kita menyertai dakwah ini dengan menghadirkan fisik kita, ada pula masa dimana kita hadir sebagai pendamping dalam dakwah ini dengan segenap kemampuan yang telah Allah titipkan...
Tak akan pernah tertukar...
Karena Allah maha melihat dan maha mengetahui... tak ada lintasan hati yang luput dari-Nya...
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah...
Irama itu telah mengalun bertahun-tahun, sangat disayangkan jika alunan merdu ini begitu sayup dan terdengar lirih...
Mari kita mainkan irama ini hingga suatu saat nanti alunan merdu ini dapat didengarkan oleh orang bnyak tak hanya kita...
Mari kita ambil alat-alat yang mampu kita mainkan untuk mengalunkan irama dakwah di SMK 30.. :-)
Kemerduan itu muncul karena adanya perbedaan warna dari berbagai alat musik yang berkumpul menjadi satu... Sebuah perpaduan yang indah...
Akan terasa sepi dan datar hidup ini jika hanya terdiri dalam satu warna, berharap setiap orang berkarakter sama dengan kita, memiliki hobby yang sama dengan kita juga berprofesi dan beraktivitas sama dengan kita... Mungkin akan terasa aneh dan menjenuhkan... Betulkan? :-)
Jika kita bercermin pada RUMAH, perbedaan potensi dan posisi dari setiap bahan bangunan yang justru menjadikan rumah itu berdiri kokoh...
Ada atap yang menaungi, dinding yang membentengi, pondasi yang mengokohkan, ventilasi yang menghadirkan kesegaran, lantai yang di jejaki dan cat yang berwarna sebagai sentuhan akhir yang mepercantik serta memperindah rumah...
Tak ada yang perlu menyesali, tak ada yang harus merasa bersalah dan tak ada pula yang harus merasa malu dalam perjalanan dakwah ini...
Semua ada masanya, ada saat kita menyertai dakwah ini dengan menghadirkan fisik kita, ada pula masa dimana kita hadir sebagai pendamping dalam dakwah ini dengan segenap kemampuan yang telah Allah titipkan...
Tak akan pernah tertukar...
Karena Allah maha melihat dan maha mengetahui... tak ada lintasan hati yang luput dari-Nya...
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah...
Irama itu telah mengalun bertahun-tahun, sangat disayangkan jika alunan merdu ini begitu sayup dan terdengar lirih...
Mari kita mainkan irama ini hingga suatu saat nanti alunan merdu ini dapat didengarkan oleh orang bnyak tak hanya kita...
Mari kita ambil alat-alat yang mampu kita mainkan untuk mengalunkan irama dakwah di SMK 30.. :-)
Senin, 15 November 2010
CITA
KEIMANAN adalah senjata yang memperkuat kita, menjadikan kita tetap sabar dan tetap kokoh, serta menenangkan hati bahwa masa depan memang untuk Islam
Kita harus sabar dan melipatgandakan kesabaran hingga janji yang kemenangan dari Allah akan terwujud Insya Allah...
Kematian itu datangnya tiba-tiba, maka persiapan bertemu Allah harus dilakukan untuk menyongsong pengadilan di akhirat. Ikhlaskan niat dalam semua amal perbuatan dan jadikan ia sebagai bagian dari dakwah ilallah, ibadah kepada Allah, karena kita tidak di ciptakan kecuali untuk beribadah kepadaNya.
Setiap kali tahun lewat dan peristiwa silih berganti, keyakinan kita semakin bertambah akan jalan ini, untuk merealisasikan tujuan kita yang agung, jalan yang panjang dan melelahkan, namun tidak ada jalan lain selain Islam dan serasa semakin dekat dengan KEMENANGAN..
(Syekh Mustafa Masyhur)
Kita harus sabar dan melipatgandakan kesabaran hingga janji yang kemenangan dari Allah akan terwujud Insya Allah...
Kematian itu datangnya tiba-tiba, maka persiapan bertemu Allah harus dilakukan untuk menyongsong pengadilan di akhirat. Ikhlaskan niat dalam semua amal perbuatan dan jadikan ia sebagai bagian dari dakwah ilallah, ibadah kepada Allah, karena kita tidak di ciptakan kecuali untuk beribadah kepadaNya.
Setiap kali tahun lewat dan peristiwa silih berganti, keyakinan kita semakin bertambah akan jalan ini, untuk merealisasikan tujuan kita yang agung, jalan yang panjang dan melelahkan, namun tidak ada jalan lain selain Islam dan serasa semakin dekat dengan KEMENANGAN..
(Syekh Mustafa Masyhur)
Rabu, 06 Oktober 2010
Surat Untuk Sukma
Saudariku...
Ratusan jiwa menanti kehadiran dan sumbangsih kita untuk mendampingi mereka mengenal dien ini dan mengenal Rabb nya.
Saudariku...
Jika dulu dalam kejahiliyahan kita Allah menolong kita dengan hidayahNya dan dengan bimbingan orang yang telah mengenalkan kitapada kelezatan iman, kenikmatan dalam penghambaan dan kecintaan pada perjuangan serta pengorbanan, maka saat ini sepantasnya kita pun mengambil bagian dalam barisan kafilah dakwah yang tiada pernah redup semangat mereka dalam membela agamaNya.
Saudariku...
Mari kita rajut kembali kebersamaan ini, sebagaimana engkau mengenal diriku, akupun mengenalmu sebagai sosok yang berjiwa optimis dan selalu semangat.
Uhibbuki Fillah ya ukhtii shoghiir...
Ratusan jiwa menanti kehadiran dan sumbangsih kita untuk mendampingi mereka mengenal dien ini dan mengenal Rabb nya.
Saudariku...
Jika dulu dalam kejahiliyahan kita Allah menolong kita dengan hidayahNya dan dengan bimbingan orang yang telah mengenalkan kitapada kelezatan iman, kenikmatan dalam penghambaan dan kecintaan pada perjuangan serta pengorbanan, maka saat ini sepantasnya kita pun mengambil bagian dalam barisan kafilah dakwah yang tiada pernah redup semangat mereka dalam membela agamaNya.
Saudariku...
Mari kita rajut kembali kebersamaan ini, sebagaimana engkau mengenal diriku, akupun mengenalmu sebagai sosok yang berjiwa optimis dan selalu semangat.
Uhibbuki Fillah ya ukhtii shoghiir...
Sabtu, 29 Mei 2010
WAFATNYA SANG DUTA ISLAM PERTAMA
Uhud memanas... luapan amarah sebagai penebus dendam terus membara dalam dada kaum kuffar,kenangan pahit atas kekalahan di Badar terus membayang menggelapkan nurani...
Sebuah kemenangan seakan tergambar dalam pandangan pasukan mu'min,bayang-bayang indahnya kemenangan Badar, gelimang harta mampu menggoda pasukan pemanah di bukit uhud,dan alpa akan titah sang baginda mulia
Bagai semburan debu padang pasir yang tertiup angin,suasana uhud berubah terbalik dengan cepatnya membuat pasukan mu'min terpecah... panik... porak poranda...
Sang baginda mulia terancam,pasukan kuffar terus mendesak pasukan mu'min yang mulai kacau,sekelompok pasukan kembali ke madinah,sebagian menunggu karena malu jika harus kembali ke madinah dan sebagian siap menjemput kesyahidan...
Seorang pejuang dengan gagah berani terus merangsak dan menerjang,seorang diri maju untuk mengalihkan pasukan kuffar demi melindungi sang baginda mulia... seorang diri dengan panji kebesaran ditangan kanan dan pedang ditangan kiri layaknya sebarisan tentara besar terus membuat kuffar
berjatuhan tanpa berfikir dirinya siap dilumat pasukan kuffar.
kala tangan kanan tertebas padang musuh dipindahkannya panji kebesaran islam pada tangan kirinya,saat tangan kiri kembali terputus di rangkulnya dengan erat dalam dekapan dengan kedua lengan yang masih tersisa,tak rela panji simbol izzah umat terjatuh... Namun syurga begitu merindunya,tak pelak pada tusukan tombak musuh untuk yang ketiga kalinya menghujam hingga tombak patah dan tersungkurlah sang pahlawan lalu terjatuhlah panji yang selama ini dipertahankan... (Allahu Akbar)
Uhud telah mereda,para syuhada tergeletak disana sini dalam genangan merah darah kemuliaan dan aroma wangi syurga yang siap menyambut para calon panghuni.
Begitu pula sang duta dalam genangan darah,wajahnya tertelungkup seakan tak kuasa jika harus menyaksikan sang baginda terluka dan malu tak dapat menyelesaikan amanah hingga akhir...
Cukuplah wahai syahid...
Ar Rahman telah memuliakan dirimu...
Para malaikat telah mencatat gelora jihadmu...
Dan 'alam telah menyaksikan perjuanganmu wahai pahlawan...
Sang pemuda tampan nan parlente yang hidup dalam kemewahan sampai akhirnya semua ia tinggalkan saat jiwanya menyambut seruan manusia mulia Rasulullah SAW,seorang yang menjadi buah bibir gadis-gadis mekkah,kecerdasannya selalu menjadikan ia rujukan dalam pertemuan-pertemuan...
Dialah Mush'ab bin umair...
Kini...
dalam kesyahidannya didapati jasad mulianya dengan rambut kusut masai hanya berselimutkan selembar burdah yang apabila ditarik untuk menutupi kepalanya,maka terlihatlah kakinya begitu pula sebaliknya...
Senyum kebahagiaan baginya akan perjumpaan dengan kekasih dan Rabb nya...
( sumber: 60 karakteristik sahabat dan tarikh nabi muhammad saw jld 7))
Sebuah kemenangan seakan tergambar dalam pandangan pasukan mu'min,bayang-bayang indahnya kemenangan Badar, gelimang harta mampu menggoda pasukan pemanah di bukit uhud,dan alpa akan titah sang baginda mulia
Bagai semburan debu padang pasir yang tertiup angin,suasana uhud berubah terbalik dengan cepatnya membuat pasukan mu'min terpecah... panik... porak poranda...
Sang baginda mulia terancam,pasukan kuffar terus mendesak pasukan mu'min yang mulai kacau,sekelompok pasukan kembali ke madinah,sebagian menunggu karena malu jika harus kembali ke madinah dan sebagian siap menjemput kesyahidan...
Seorang pejuang dengan gagah berani terus merangsak dan menerjang,seorang diri maju untuk mengalihkan pasukan kuffar demi melindungi sang baginda mulia... seorang diri dengan panji kebesaran ditangan kanan dan pedang ditangan kiri layaknya sebarisan tentara besar terus membuat kuffar
berjatuhan tanpa berfikir dirinya siap dilumat pasukan kuffar.
kala tangan kanan tertebas padang musuh dipindahkannya panji kebesaran islam pada tangan kirinya,saat tangan kiri kembali terputus di rangkulnya dengan erat dalam dekapan dengan kedua lengan yang masih tersisa,tak rela panji simbol izzah umat terjatuh... Namun syurga begitu merindunya,tak pelak pada tusukan tombak musuh untuk yang ketiga kalinya menghujam hingga tombak patah dan tersungkurlah sang pahlawan lalu terjatuhlah panji yang selama ini dipertahankan... (Allahu Akbar)
Uhud telah mereda,para syuhada tergeletak disana sini dalam genangan merah darah kemuliaan dan aroma wangi syurga yang siap menyambut para calon panghuni.
Begitu pula sang duta dalam genangan darah,wajahnya tertelungkup seakan tak kuasa jika harus menyaksikan sang baginda terluka dan malu tak dapat menyelesaikan amanah hingga akhir...
Cukuplah wahai syahid...
Ar Rahman telah memuliakan dirimu...
Para malaikat telah mencatat gelora jihadmu...
Dan 'alam telah menyaksikan perjuanganmu wahai pahlawan...
Sang pemuda tampan nan parlente yang hidup dalam kemewahan sampai akhirnya semua ia tinggalkan saat jiwanya menyambut seruan manusia mulia Rasulullah SAW,seorang yang menjadi buah bibir gadis-gadis mekkah,kecerdasannya selalu menjadikan ia rujukan dalam pertemuan-pertemuan...
Dialah Mush'ab bin umair...
Kini...
dalam kesyahidannya didapati jasad mulianya dengan rambut kusut masai hanya berselimutkan selembar burdah yang apabila ditarik untuk menutupi kepalanya,maka terlihatlah kakinya begitu pula sebaliknya...
Senyum kebahagiaan baginya akan perjumpaan dengan kekasih dan Rabb nya...
( sumber: 60 karakteristik sahabat dan tarikh nabi muhammad saw jld 7))
Selasa, 06 April 2010
MAKNA SEBUAH FOTO

Sang kakek...
Sepuhnya usia sang kakek merupakan sinyal, sepanjang dan selama itulah beliau bergumul dalam arena perjuangan, bergelut dalam suka duka perjuangan yang membuatnya semakin jatuh cinta dan enggan untuk mundur...
Kita belumlah setua usia sang kakek, namun akan terus berjuang menapaki kehidupan ini seperti sang kakek mempertahankan negeri Palestina. 30 akan belajar dari kekuatan, hamassah, kearifan dan militansi sang kakek...
Manusia dengan fisik berbeda dari orang kebanyakan...
Fisiknya bukanlah gambaran dari siapa dan seperti apa dirinya, fisiknya yang mungkin bagi sebagian orang banyak menjadikan orang-orang seperti beliau patut dikasihani, tapi beliau mampu (atas seizinNya) membuat si kerdil israel tak bisa tidur...
Kadang kita merasa memiliki banyak keterbatasa dalam diri kita, namun insya Allah tak akan menjadikan para pejuangnya 'pejuang-pejuang kerdil kehidupan' yang menyerah sebelum all out berjuang, karena syekh Ahmad yassin telah membuktikan keterbatasan beliau takkan pernah membuatnya melangkah mundur...
Senyum...
Siapapun mengetahui, siapapun merasakan bagaimana besar dan beratnya tribulasi yang beliau hadapi dalam membebaskan palestina dari zionis, tapi senyum yang mendamaikan tetap terkembang, melambangkan ketenangan, keoptimisan dan keyakinan akan akhir sebuah kemenangan, dan senyumnya adalah lambang kekuatan hatinya.
K ita harus tetap tersenyum ya... :)
Anak-anak...
Gigihnya perjuangan beliau salah satunya untuk mempertahankan senyum bocah-bocah di sekelilingnya menjadi sebuah negara palestina merdeka, lihat senyum mereka manis-manis kan ??
Masih banyak senyum-senyum penantian di setiap sudut kehidupan yang akan menghantarkan mereka memaknai kehidupan dan menyelami indahnya islam.. tak kalah manis dengan bocah-bocah di samping syekh... :)
sumber foto: www.harakatuna.wordpress.com
Rabu, 23 Desember 2009
KAIFA HALUK YA NAFSIY???
Segala puji hanya milik Allah sholawat dan salam teriring pada Rasulullah SAW
Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)
Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)
Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...
Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....
Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)
Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...
Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..
Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.
(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)
Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)
Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)
Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...
Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....
Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)
Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...
Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..
Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.
(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)
Langganan:
Postingan (Atom)
