Label

Tampilkan postingan dengan label Rona Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rona Hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2020

CINTA SEORANG AYAH


Suatu sore, menjelang maghrib, Reema pulang sambil berteriak, "Umi, ada yang beli".
 Karena yang menjaga toko sudah pulang, dan suami ada janji bertemu temannya jadi toko masih buka.
Letak toko yang tak jauh dari rumah. Mengirim anak-anak untuk memanggil saya, adalah cara suami memanggil saya kalau pesannya tidak dibaca. Jika ada pembeli yang datang

Umi : "Mana Im?", karena saya tak melihat ibu-ibu di dalam toko. Ya, mayoritas pembeli yang datang memang perempuan. Kalaupun ada laki-laki, biasanya karena mengantar istri atau anaknya.

Reema : "Itu Umi, Bapak-bapak itu" Sambil tangannya menunjuk seorang penjual makanan yang sedang melayani pembelinya. Tapi saya tak melihat tanda-tanda beliau akan datang kesini.
Lalu, saya pun bertanya ke suami pembeli yang dimaksud Reema. Jawabnyapun sama seperti Reema. Setelah  selesai melayani pembelinya. Seorang Bapak yang ditunjuk Reema masuk ke toko.

Pandangannya tertuju ke deretan baju-baju anak perempuan, setelah melihat-lihat, dengan suara pelan dan malu-malu, beliau bertanya harga baju berwarna pink yang menarik perhatiannya.
Sewaktu sedang memilih milih, saya pun mengingat-ingat. Kejadian seperti pernah saya alami. Masya Allah.. Beliau pernah datang juga kesini, dan sudah cukup lama. Saat itu beliau bertanya harga-harga baju anak perempuan. Ya, bisa dibilang waktu itu sedang ngecek harga.

Masya Allah, sekarang beliau datang lagi.. Kembali beliau bertanya harga baju anak,
Rasanya tak tega untuk menyebut harga sebenarnya, karena dari caranya bertanya pun, masih sama seperti sebelumnya begitu pelan dan malu-malu. Apalagi kalau harus menawar juga tak sampai hati rasanya. Alhamdulillah transaksi sore itu pun berjalan lancar.

Sambil melipat 3 stel baju yang dipilih, kami pun mengobrol ringan, melihat Bapak ini malu-malu dan seperti agak tegang semakin buat hati saya tak enak. Mengobrol untuk sedikit mencairkan suasana. Saya pun sangat bersyukur dengan keberadaan suami di toko saat itu. 

Sampai akhirnya beliau bercerita kalau baju yang dipilih tadi untuk anaknya di kampung.
Deg, Masya Allah.. Dari sekian banyak penjual baju, Allah menakdirkan beliau datang kesini. Saya yakin sepanjang jalan beliau berkeliling menjajakan dagangannya, atau saat ke pasar membeli bahan-bahan untuk keperluan jualannya. Ia pasti bertemu banyak penjual baju anak.
Toko yang biasanya sudah tutuppun, hari itu masih buka. Ya, karena Allah sudah merencanakannya.

Kejadian ini, mengembalikan kenangan saya saat kecil. Betapa bahagianya sewaktu Bapak membelikan kami baju baru. Mengingatkan pula akan tawa bahagia Wafa dan Reema saat Abinya pulang membawa hadiah baju untuk mereka.
Saya membayangkan, binar mata bahagia dan tawa merekah serta lompatan-lompatan khas anak-anak, saat beliau menyerahkan baju-baju tersebut.

Karena,
Saya, dan putri-putri saya pernah merasakan itu...
Karena,
Ayah, adalah cinta pertama putrinya..


Pamulang, 30 Januari 2020

Selasa, 13 November 2012

SAAT KESYUKURAN DIUJI



Ketika keinginan dan impian datang setelah menanti dan mengusahakan bertahun-tahun, pencarian dan penantian yang sempat mampir, namun tak sempurna, hanya sekedar penggembira dan pengobat rindu. Tetap disyukuri...

Dalam pengembaraan ternyata menyimpan banyak impian, impian sebatas keinginan dan cita-cita serta impian yang memang merupakan sunatullah. Itulah impian...

Adakalanya impian itu datang bersamaan, kadang pula ia datang silih berganti dan bergilir. Tergantung sang empunya kehendak.

Ketika ia datang bersamaan, merupakan anugerah yang begitu indah, saat ia datang bergiliran pun tetap menjadi anugerah yang patut di syukuri. Harus disyukuri...

Namun, bagaimana jika ia datang terbalik, saat waktu dan momen sudah berubah, dua kesyukuran yang datang disaat bersamaan tapi tak dapat digenggam bersamaan karena masa telah berbeda.. Penuh kesyukuran :)...

#Santika

Kamis, 16 Februari 2012

KEKECEWAAN MEMBAWA NIKMAT...

Mencapai puncak gunung???? wuiiihh, pasti akan menyenangkan sekali, ya pastinya untuk orang-orang yang memang menyukai hobby ini, tapi sayangnya tak semua orang dapat melakukan hal ini, tak semua orang memiliki kesempatan tersebut, menikmati keindahan melalui puncak gunung.

Setelah setiap tahun memiliki rutinitas aktivitas di alam bebas, tak lengkap rasanya jika tahun ini tak menjalani aktivitas tersebut. Saat tawaran itu datang, serta merta ia pun langsung menyambutnya, hanya kali ini ada yang berbeda, jika dahulu ia hanya perlu izin dari orang tuanya, kini ada seseorang lagi yang harus ia dapatkan izinnya.. kekasihnya alias suaminya, karena tak mungkin ia berani berangkat jika pria yang selalu mendampinginya tak mengizinkan.
Pucuk di cita ulam tiba, suami yang mempunyai hobby sama pun mengizinkan asalkan ada kawan perempuannya yang menemani karena sang suami tak dapat ikut serta.

Rona gembira itup meredup, karena tak ada seorangpun sahabat dan kawannya yang dapat ikut serta dalam pendakian tersebut. Karena tak tega dengan sang istri yang begitu gembira dengan rencana pendakian ini, akhirnya sang suami bersedia mendampingi, mereka berduapun mendaftarkan diri sebagai peserta pendakian.

Uasaha telah dilakukan, niat telah dikuatkan namun apadaya jika sang kholik tak berkehendak, sehari menjelang pendakian sang suami jatuh sakit, kondisi adiknya yang sedang sakit pun semakin parah, rencana pendakianpun gagal, impiannya hanya tinggal impian. Kesibukan merawat dan mendampingi orang-orang tercinta yang tengah sakit mampu melupakan pendakian tersabut.

Satu minggu telah berlalu... Sang suamipun telah pulih seperti sedia kala, kini seakan bergantian ia yang merasakan kesehatan ada yang tadak biasa, kesehatan seakan manurun, "Hhhmm.. pakah penyakit suamiku menular?" batinnya bergumam, " tapi gak mungkin masa sakit kayak gini menular" sergahnya... Tapi kian hari semakin terasa, ia mulai curiga mirip seperti gajala di buku yang pernah dibacanya, semakin curiga kala "tamu" belum kunjung datang pada waktunya. Dalam harap-harap cemas ia cari tahu dengan melakukan test. Subhanallah... Positif hamil...

Kekecewaan karena gagal mendaki kini menjadi hal yang sangat di syukuri, tak bisa dibayangkan bagaimana jika saat itu ia berangkat mendaki gunung dalam keadaan hamil... MAHA SEMPURNA ALLAH DENGAN SEGALA SKENARIONYA...

Selasa, 16 November 2010

IBU UNTUK MEREKA... ???

Uhuk.. uhuk.. uhuk... terdengar batuk yang tak kunjung berhenti, sesekali air liur keluar bersamaan dengan suara batuknya, namun tak terhiraukan oleh siapapun, bahkan orang-orang yang berada didekatnya.
Ya Rabb... ia sedang sakit, apakah tak terasa olehnya? wajahnyapun tampak pucat, dimana orang tuamu nak?
Dalam udara dingin sehabis hujan seperti ini, seharusnya kau ada di rumah nak, tidak di kolong jembatan berbalut asap dan bisingnya kendaraan...
Ya Haafidz...
Lindungi mereka...

Batuk masih saja terdengar, meski kendaraan yang saya tumpangi semakin menjauh dan akhirnya batuk sang gadis cilik menghilang tertelan klakson dan suara deru kendaraan.
Rabbi...
Perempuan mana yang tega melihat seorang anak berada di pinggir jalan dalam dingin seperti ini?, siapapun mungkin tak akan tega melihatnya, apalagi jika mendengar batuknya.
Tapi hal ini sepertinya bukanlah pemandangan aneh di negeri tercinta ini, bukan sekali ini saya dengar, bukan sekali ini pula saya melihatnya, tapi inilah pemandangan yang sangat tidak ingin saya melihatnya.

Ingin saya menjadi ibu untuk mereka? sebagaimana saya menjadi ibu bagi murid-murid saya... Gadis cilik itu butuh seorang yang dapat mengelus dadanya untuk meredakan batuk, memberinya minum dan obat untuk menghilangkan sakit, dan memeluknya untuk memberinya kenyamanan.
Ya Rahmaan...
Anugerahkan yang terbaik untuknya...

Maaf nak,
saya belum bisa berbuat apa-apa saat ini untuk kamu...
Maafin saya duhai gadis cilik nan jelita...
Semoga Allah akan menjagamu dengan kekuatanNya...
Aamiin...


Ketika malam datang mencekam
kulihat si alif kecil yang malang
duduk tengadah kelangit yang kelam
meratapi nasib diri

Kilat menyambar, hujanpun turun
semakin basah hatinya yang resah
kapankah semua ini kan berakhir
di jalanan penuh duri

Ya Allah... Tunjukkan jalanmu
pada si alif kecil
agar ia dapat menahan cobaan dan rintangan
yang datang menghadang
Ya Allah...
kuatkan hati pada si Alif kecil

Senin, 15 November 2010

Sang Inspirator

Pak Dirman… Senang saya menyebut beliau dengan sapaan Pak Dirman, sosok yang mulai ada dalam kamus kehidupan saya dan ternyata beliau pun orang yang saya pilih menjadi salah satu motivator dan inspirator dalam perjalanan hidup saya, saya mengenal beliau sewaktu saya duduk dibangku SD, sewaktu wajah beliau ada dalam cover buku pelajaran saya, PSPB (lupa apa kepanjangannya)

Tandu, benda yang mengingatkan saya pada beliau, seorang ksatria bertubuh ringkih yang pantang menyerah meskipun hidup hanya ditemani satu paru-paru (paru-parunya yang lain sudah tak berfungsi), kala sang dokter memintanya untuk berhenti bergerilya dan kembali ke kota, seorang ajudannya berkata :” jangankan saya, perintah presiden saja (agar beliau tinggal di kota untuk pemulihan) tidak ditanggapi”…


Duhai pahlawan…Sebegitu besarkah tekadmu untuk meraih cita-cita bangsa ini?
Sebegitu cintakah kau pada perjuangan ini?
Tidakkah kau merasakan sakit pada fisikmu?

Ada rasa ingin berjumpa beliau, ada keinginan berbincang dan bertukar fikiran dengan beliau, ada harap mendengar kisah perjuangan dari lisan beliau , tapi sinetron tentang beliau yang diperankan cucu beliau Ganang Priyambodo, cukuplah mengobati keinginan tersebut, karena keinginan dan harapan-harapan saya adalah hal yang sulit untuk terwujud, yah tak ingin tertinggal walau satu episode pun (lupa, SD atau SMP ya?)

Hari ini sebuah buku mengingatkan saya pada beliau, sehingga ingin saya memutar kembali memori tentang beliau dalam tulisan ini, yang begitu saya ingat tentang kisah beliau, sewaktu salah seorang pasukan meminta beliau mencari dana untuk membiayai peperangan dengan meminta pada rakyat, tapi apa kata beliau : “ tak seharusnya kita menambah beban rakyat dengan meminta mereka membiayai perang, pergilah kau ke Yogyakarta dan mintalah pada isteriku”…
Sang isteri menyambut utusan suaminya bertanya-tanya adakah sesuatu terjadi dengan suaminya, sang utusan menyampaikan titah panglima meminta perhiasan yang masih disimpan untuk membiayai perang, sang isteri pun tanpa ragu menyerahkan semua perhiasannya.

Subhanallah…
Wahai pahlawan…
Hijrah Rasulullah menjadi semangat bagimu, bahwa perjuangan ini tak akan pernah berhenti,seberapa berat dan besarnya tantangan yang kan dihadapi.
Tanggung jawabmu sebagai pejuang yang tak pernah surut, semoga akan terus terpatri dan menjadi inspirator bagi sukma ini.

Sabtu, 13 November 2010

Akulah Sang Mantan

(Mas2 nidji pinjam judulnya lagunya ya), saya memang tidak update dengan lagu-lagu, tapi lagu ini kadang mampir ke telinga saya dari penguni kamar sebelah...

Mantan… Mmm…artinya pernah menjadi (yang saya fahami), sebagai manusia biasa pastinya banyak hal yang telah kita alami di usia kita yang sekarang ini, banyak sekali hal yang menyenangkan dan juga sebaliknya, hal-hal yang tak lepas juga dari diri kita, termasuk yang berbuah dari kekhilafan-kekhilafan yang pernah terjadi, baik terhadap Rabb kita, terhadap diri kita pun terhadap orang-orang di sekeliling kita.

Tidak terasa ya sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriah, sebuah harapan baru, sebuah resolusi kerap kali muncul di penghujung tahun, hasil evaluasi dari ‘rapor’ diri kita setahun lalu.
Rapor ternyata masih juga ‘berbunga-bunga’ alias banyak merahnya, pertanda banyak hal yang harus terus di perbaiki.

Ada satu tekad (pastinya kita semua ingin seperti itu) tidak mengulangi kesalaha-kesalahan dimasa lalu, menjadikan hal2 minus dan kesalahan tersebut menjadi ‘mantan’ kita, karena kita tak ingin lagi bersama kesalahan dan hal2 minus tersebut.
Yuk, kita ambil kertas lalu tulis apa saja yang akan kita ubah dalam diri kita, lalu pelajari dan buat cara mengatasinya, sehingga awal tahun (yang pasti untuk seterusnya) mari senandungka ‘AKULAH SANG MANTAN’…
Mantan dari kekhilafan-kekhilafan kita, mantan dari sifat dan sikap jelek kita, mantan dari segala kegagalan masa lalu dan mantan dari semua hal yang tidak menyenangkan, kita masuk menjadi sosok yang penuh harapa, cita dan semangat…

Allahu Akbar!

Ayo semangat di tahun baru !!!

Senin, 26 April 2010

Girl Guide In Memoriam


" Pa pung pa mustape
kami ini anak penggalang
putra putri Indonesia
Pengemban nusa dan bangsa

Dasa dharma janji pramuka
mari bersama kita amalkan
bersikap jujur dan berwibawa
itu harapan yanda dan bunda"

Tadi sewaktu mau berangkat rapat di jalan lihat anak-anak pramuka sepertinya lagi cari jejak,jadi inget lagu diatas.
PRAMUKA...
" Lama banget sih,nanti korban keburu mati..." Komentar panitia waktu lagi lomba,karena kita buat tandu 10 menit baru jadi :), belum lagi masalah balut2an, karena panik kali ya lupa deh yang diajarin k' Maulana,mitela slap berapa nih kalau tangan yang patah. waduh... tapi kita tetap jadi juara lho.. juara 3 :) (kalo ga salah)
" Eh.. ini sendal keluaran terbaru ya..??" dengan wajah di sangar2in,biar kita pada takut,padahal lucu:)
ini waktu camping dini hari kaka2nya sudah pada teriak, ngantuk..gelap..ya sedapatnya deh yang di pakai yang ada di depan mata,sepatu gak ketemu ya udah pakai sandal,sayangnya salah yang satu sandal jepit yang satu sandal seperti selop dan kiri dua2nya lagi..:)

Pramuka memang seru,asyik dan bermanfaat banget... TA-CI-PA-PA-RE-RA-HE-DI-BE-SU.. Subhanallah luar biasa kalau setiap anak pramuka mengaplikasikan, tapi kalau dulu sih pokoknya harus hafal..:) maknanya? gak ngerti..:)

" Kuambil rumput di hutan kujadikan penyamaran
wajah cantik di rubah seperti setan agar tak dapat dikenal
berlari... bertempur pramuka pantang mundur
tak perlu dengan peluru dihambur cukup dengan pisau dapur"
Masih inget gak?? Gak tau nih gubahan siapa... dulu sih semangat banget kalau sudah nyanyi di lapangan,kalau sekarang.. gak mau ah di rubah seperti setan..:)

Makasih untuk semua kakak-kakak pramuka atas ilmunya, ceritanya, pengalamnnya..pokoknya semuanya deh, yang sudah ngajarin P3K,semaphore (kebalik-balik terus:) ,sandi (mskpn morse blm hafal2 jg:), bikin tandu, diriin tenda, PBB, macam-macam simpul (tapi yg inget hanya pangkal,jangkar sama simpul mati..:), trik-trik biar merayap lancar gak kena tali..:) (siapa ya dulu yang ngajarin...)

Makasih deh semuanya.. k'fajri,k' Tajudin,k' Ujang,k' Maulana, k'Sulhan,k' Fikri,K' Yadin, k' Sultan, K' Iim,K' Rosa, k' Rifki,k' Aminah dll...
Nah sahabat-sahabat senasib,sepenanggungan, dan seperjuangan ada OKE,HENNY,DIANA,ITA... EJI, IIK, ROKANI, MULYANA, HANIF, SYARIFUL dll...


Minggu, 11 April 2010

Bangun Dari Titik Nadir

Keceriaan dan semangat sudah tampak kembali... Ia sudah menemukan kembali semangat dan kehidupannya kembali, ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan selayaknya dulu, dia yang kukenal,hmmm... senang rasanya...

Cukup lama ia tak tampak, menjauh dan menyendiri banyak yang tidak mendengar serta mengetahui kabar dan keadaannya secara pasti, cukup lama ia tenggelam dengan dunianya sendiri, dunia yang hanya ada dirinya dengan persoalan yang dihadapi, tanpa ada yang tahu apa yang sedang terjadi, tanpa tahu apa yang sedang dirasakan, tiba-tiba dia menghilang tak tampak berbagai aktivitas telah ditinggalkan..

Sampai suatu ketika, tangis itu pecah, tangis yang sepertinya telah lama terpendam dan tersimpan, entah apa karena ia tak ingin membagi atau?.. entahlah... Banyak orang mengenalnya sebagai sosok yang kalem, dewasa, tenang, banyak orang yang mempercayainya sebagai teman curhat.. apa mungkin hal itu yang membuatnya enggan ubtuk berbagi kepada orang lain? atau apakah tak ada orang yang bisa dipercaya? entahlah... hanya dia yang tahu jawabannya.

Suara yang terbata-bata seakan berpacu dengan emosi dan tangis itu tumpah... kini tanda tanya itu telah terkuak, mengapa ia seperti itu, manusiawi dan wajar.. mengenai caranya menyikapi, yah.. setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam mengatasi persoalan hidupnya.
Hampir satu tahun semua itu berlalu, tlah kudapati keadaannya seperti semula, jatuh bangun ia mencoba untuk berdiri, dari terbaring, duduk lalu ia mencoba berdiri jatuh lagi sampai akhirnya ia bisa berjalan kembali.. Masya Allah seberat itukah perjuangannya untuk bisa bangkit kembali?

Atas saran seseorang ia rutin mendengar pengajian seorang ustadz, dan mengikuti teraphy secara tidak langsung, saran-saran yang ia dengar ia aplikasikan meskipun sulit (katanya). Alhamdulillah... kini ia telah kembali eksist dalam kehidupan..
Saya ucapkan SELAMAT DATANG...:)

Selasa, 23 Februari 2010

BUNGA KELABU

"Bunganya bagus..."
Reflek ia menoleh dan tersenyum malu sambil berkata "ah... biasa aja kok"
Pemandangan itu memang menarik perhatian, siapapun yang duduk disampingnya pasti dapat melihat goresan-goresan pensil yang berbentuk bunga, bunga yang berwarna abu-abu karena digambar menggunakan pensil.
Entah sepertinya hal itu telah menjadi kebiasaannya, mengambar bunga di kertas, setiap catatan kuliah, buku, maupun lembaran-lembaran foto cpy selalu terdapat gambar bunga dan dalam berbagai kesempatan, sepertinya hal itu reflek tanpa di sadari. Bunganya,mmm... seperti melati, simbol dari namanya...

Akhirnya tanda tanya dan rasa penasaran itu terjawab, bunga yang menggambarkan kerinduan dihatinya...
Ada keinginan dan kerinduan jika ia berulang tahun, kerinduan sebuah hadiah atau kado... Keinginan yang begitu sederhana, kado yang siapapun dapat memberikannya, bunga... yah bunga meskipun hanya setangkai, walaupun itu hanya bunga-bunga liar yang terdapat di pinggir-pinggir jalan,namun belum ada seorangpun yang melakukannya,padahal begitu sering ia mendapat kado baik dari keluarga atau teman-temannya, tapi belu ada kado yang berupa bunga...
Keinginan itu tak pernah terungkapkan, sampai suatu ketika seorang sahabat yang ia kenal di bangku SMA, menanyakan " ingin kado apa ulang tahun nanti?"
kita semua pasti sudah mengetahui jawabannya... B.U.N.G.A...

Sebelum hari ulang tahunnya tiba, ia harus berpisah dengan sahabatnya yang di terima di sebuah universitas negeri di Yogyakarta, dan harapan itu sampai saat ini hanya menjadi harapan. Terlebih ketika ia sudah kehilangan kontak dengan sahabatnya.
Keinginan dan harapan itu masih terus dinantinya, kerinduan itu masih bersamanya, mungkin bunga itupun masih akan terus berwarna kelabu sampai ada yang memberinya bunga sebagai kado di hari ulang tahunnya.

Mulai saat ini cobalah tanyakan keinginan orang-orang terdekat kita, karena tidak semua orag mampu mengungkapkannya.
Semoga suatu hari bunga itu akan berwarna emtah itu merah, kuning, putih atau yang lainnya.
Tenang dan bersabarlah, kelak akan ada yang memberimu bunga dihari ulang tahunmu. karena saat ini keinginan itu sudah terungkap.

Senin, 14 Desember 2009

BUNDA-BUNDA PERKASA

Matahari menyembul menyapa setiap pandududk bumi dengan kehangatannya
Menghantarkan para bunda keluar dari istananya
dengan berbagai ekspresi wajah tertampak
namun tetap terhias senyum manis mereka menyambut, setiap senyum yang menyapa

Hhmm... Pagi yang indah...
Berangkatlah para bunda,
mendorong gerobak sayurnya,
menggendong bakul jamunya,
menjinjing barang dangangannya,
mengayuh sepedanya,
dan menjejak setiap tapak kakinya

" Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah penuh nanah "
Yah... tak berlebihan jika sang penggubah lagu menuliskan syair tersebut, entah berapa ribu kilo langkah para bunda tersebut melangkah selama bertahun-tahun (Semoga setiap tapak yang terjejak dan tanah yang di pijak akan menjadi saksi akan perjuangan mereka kelak.. amin..)

Bukan salah mereka
Jika belum dapat mendampingi putra putrinya,
Bukan salah mereka
jika di usia yang menapak senja baru mulai mengeja huruf demi huruf

Tak ada yang harus membuatmu malu wahai bunda...
Dunia mungkin tak menghirau keberadaanmu
Dunia mungkin tak peka dengan keadaanmu
Dunia mungkin belum mampu meringankan bebanmu
Namun, sang Maha Penyayang akan tetap bersamamu,
mendampingi setiap langkah kakimu
mendengar setiap keluh dan menatap setiap peluhmu
sang Maha Lembut telah menyiapkan sebuah tempat terindah yang tak ada bandingannya di dunia ini
Bersabarlah wahai bunda...

(Bersyukurlah para bapak dan ibu guru, di sekolah-sekolah, TPA-TPA dan dimanapun, yang telah Allah amanahkan untuk membantu para bunda mendampingi dan mendidik putra putri mereka.
Bahagia itu saat kita mampu merasakan orang lain bahagia
Bahagia itu saat Allah memilih kita menjadi jalan kebahagiaan bagi orang lain
Bahagia itu saat diri dapat membuat orang lain bahagia
Seberapapun, apapun yang kita miliki, pasti ada yang dapat membuat orang lain bahagia... pasti... )

Matahari mulai menjorok ke barat, tetap setia mendampingi bunda-bunda kembali ke rumahnya, bertemu dengan orang-orang terkasih dan tercinta.
Orang-orang yang dapat membuat wanita lembut seperti mereka menjadi perkasa
Orang-orang yang mampu membuat mereka bertahan dengan berbagai kesulitan
Orang-orang yang kan menumbuhkan harapan bagi mereka
Orang-orang yang bisa menggoreskan senyum terindah untuk bunda-bunda perkasa... :)

Minggu, 08 November 2009

Ayo dong buka mata!!!

"Udahlah disini aja, lagi pula udah ada yang ngerjain... lagian dia lebih jago daripada gue, kemarin kan kita udah liat... wah gila keren2 bgt...
Sewaktu saya mencoba buat dia melek
"
coba deh bandingin tanggalnya, beda berapa lama?"
Dengan santai dan masih belum connect dia jawab " satu tahun"
"Jadi?" saya bertanya kembali
Alisnya seakan mau menyatu ia menatap saya dengan tatapan yang begitu tajam.
tanpa menunggu kata keluar dari mulutnya,saya faham maksudnya... saya juga sudah tidak sabar ingin segera menjawab tanda tanya yang mungkin sedang bergelut di fikirannya.
" Ya jelaslah,dia kelihatan lebih jago toh memang dia udah mulai setahun lebih awal dan memang kuliah di jurusan itu, sedang kamu baru beberapa minggu. so kamu gak kalah kok. bener kan?"

Yah... kadang seperti itulah kita, minder dengan sesuatu karena kita membandingkan dengan orang yang berada diatas kita. Padahal tidak selalu semua terlihat seperti itu,penyakit ini pula yang akhirnya menina bobokan potensi kita. jika saja kita bersikap lebih arif dan memberi ruang serta kesempatan pada diri kita, kita bisa lebih dari apa yang kita bayangkan... Jadi berilah ruang tersebut, hargailah diri sendiri, karena siapa lagi? dan bagaimana akan berkembang jika kita tak pernah membarikan ruang untuk diri sendiri.

Sabtu, 26 September 2009

KECEWA

"Aku kecewa..." hanya itu yang mampu terucap dalam wajah yang terbenam dipangkuan tak mampu lagi mengeluarkan kosakata,hanya isak tangis yang terdengar...

"Dia sudah ngecewain saya..." dengan geram menahan amarah kata itu meluncur tanpa penghalang dengan tangan terkepal seakan siap menghantam benda-benda di depannya...

"Wajarlah... kecewa sih pasti ada lah..." terucap diiringi senyum yang terasa getir dan begitu dipaksakan untuk menyembunyikan gemuruh dihatinya...

KECEWA satu kata jika bisa memilih tak ada orang yang ingin merasakan,namun sepertinya tak ada seorangpunyang tak pernah merasakan kecewa,setiap orang pasti mengenal kata ini dan merasakan entah itu sebagai pihak yang kececewa atau dikecewakan.
Kecewa memang bukanlah hal yang menyenang jika terjadi pada diri kita atau sebaliknya jika kita yang mengecewakan orang lain,tapi memang tak bisa dihindari dimana dalam kehidupan ini kita bergaul dengan sekawanan makhluk yang bernama manusia dengan segala keterbatasan yang tak luput dari kesalahan tidak selayaknya malaikat,juga bukan makhluk yang tak selalu salah tidak ada kebaikan karena manusia juga bukan syetan.

Sebuah hal yang wajar jika kita mengalami kekecewaan baik karena sikap orang lain,karena impian tak kunjung tercapai,karena kekalahan,kegagalan dan sebagainya.
Kekecewaan ibarat jamu yang terasa pahit,namun adakalanya hal itu harus kita rasakan untuk memperkuat diri atau menyembuhkan penyakit.
Jamu memang pahit jika terdapat dalam gelas yang sempit dengan air sedikit,ia akan terlihat keruh,berbau tidak enak dan terasa sangat pahit.Tapi beda ceritanya jika jamu terdapat dalam tempat yang luas dengan air yang banyak didalam kolam misalnya,awalnya kolam itu akan terlihat keruh dan juga terasa pahit tapi tak lama kemudian rasa pahit dan keruhnya jamu akn hilang seiring meratanya campuran air kolam dan jamu.

Yah... Kekecewaan akan terasa pahit dan keruh cukup lama ketika hati ini sempit,tapi ketika kita berusaha melapangkan dan meluaskan hati insya Allah kekecewaan yang tidak enak meskipun diawal terasa pahit tapi tidak lama kemudian ia akan kembali tawar.
Yang pasti selalu ada hikmah dari setiap kejadian apapun yang kita alami. Wallahu a'lam

Tabir hidup
Tak terungkap
Tak ada yang tahu

Tabir hidup
Menyisakan misteri
Mengundang beribu tanda tanya

Tabir hidup
Sibaklah ya Rabb agar ku fahami maksudMu
Ajari kami memahami setiap episode yang Kau skenariokan ya Rabbii

(Sumayyah)

Kamis, 24 September 2009

BUNDA-BUNDA PEJUANG ILMU




Siang begitu terik,matahari tepat berada diatas kepala namun tak menyurutkan langkah-langkah para bunda pejuang untuk menuntut ilmu. Usia yang tak bisa dibilang muda diatas 40 tahun,langkah tertatih karena fisik yang mulai lelah dengan beragam aktivitas rumah tangga tak terkadang gak mudeng saat belajar,bukanlah hambatan bagi para bunda untuk memacu diri dalam belajar.

Setelah melewati panas terik ciputat bercampur debu-debu jalanan,dan naik turun angkot tibalah para bunda di seberang kampus tercinta,lama mereka terdiam menunggu para pengemudi meluangkan jalan untuknya menyeberang jalan...
Senyum manis terkembang saat pintu kelas terbuka menampakkan diri mereka untuk bergabung dengan penuntut ilmu lainnya, disertai titik-titik air di wajahnya setelah meniti anak-anak tangga.

Senja mulai memerah mengantarkan para bunda kembali ke 'istananya' menjumpai orang-orang tercinta yang sudah menunggunya di rumah,wajah letih setelah seharian beraktivitas sirna sudah tatkala senyum-senyum keluarga yang dicintai menyambutnya.

Senin hingga jumat semua itu berlangsung,kini tibalah akhir pekan yang merupakan hari libur dan rehat bagi kebanyakan orang,tapi tidak berlaku untuk para bunda...Semangat menuntut ilmu masih terus mencambuk dan menjadi tekad para bunda,sehingga liburpun tetap dihabiskan para bunda di kampus,bahkan kali ini saat jam menunjukkan pukul 8 pagi mereka sudah bersiap untuk menghadiri perkuliahan yang berakhir pada pukul 5 sore.
Tak jarang wajah bingung dan sedih dengan tugas-tugas yang harus diselesaikan dengan keterbatasan mereka karena bangku sekolah sudah jauh mereka tinggalkan puluhan tahun lalu,tapi azzam yang begitu kuat tak menjadikan para bunda putus asa,semua mereka tunaikan semaksimal mungkin...

Selamat berjuang bunda!!!
Barokallahu lakunna...........