Label

Jumat, 31 Januari 2020

CINTA SEORANG AYAH


Suatu sore, menjelang maghrib, Reema pulang sambil berteriak, "Umi, ada yang beli".
 Karena yang menjaga toko sudah pulang, dan suami ada janji bertemu temannya jadi toko masih buka.
Letak toko yang tak jauh dari rumah. Mengirim anak-anak untuk memanggil saya, adalah cara suami memanggil saya kalau pesannya tidak dibaca. Jika ada pembeli yang datang

Umi : "Mana Im?", karena saya tak melihat ibu-ibu di dalam toko. Ya, mayoritas pembeli yang datang memang perempuan. Kalaupun ada laki-laki, biasanya karena mengantar istri atau anaknya.

Reema : "Itu Umi, Bapak-bapak itu" Sambil tangannya menunjuk seorang penjual makanan yang sedang melayani pembelinya. Tapi saya tak melihat tanda-tanda beliau akan datang kesini.
Lalu, saya pun bertanya ke suami pembeli yang dimaksud Reema. Jawabnyapun sama seperti Reema. Setelah  selesai melayani pembelinya. Seorang Bapak yang ditunjuk Reema masuk ke toko.

Pandangannya tertuju ke deretan baju-baju anak perempuan, setelah melihat-lihat, dengan suara pelan dan malu-malu, beliau bertanya harga baju berwarna pink yang menarik perhatiannya.
Sewaktu sedang memilih milih, saya pun mengingat-ingat. Kejadian seperti pernah saya alami. Masya Allah.. Beliau pernah datang juga kesini, dan sudah cukup lama. Saat itu beliau bertanya harga-harga baju anak perempuan. Ya, bisa dibilang waktu itu sedang ngecek harga.

Masya Allah, sekarang beliau datang lagi.. Kembali beliau bertanya harga baju anak,
Rasanya tak tega untuk menyebut harga sebenarnya, karena dari caranya bertanya pun, masih sama seperti sebelumnya begitu pelan dan malu-malu. Apalagi kalau harus menawar juga tak sampai hati rasanya. Alhamdulillah transaksi sore itu pun berjalan lancar.

Sambil melipat 3 stel baju yang dipilih, kami pun mengobrol ringan, melihat Bapak ini malu-malu dan seperti agak tegang semakin buat hati saya tak enak. Mengobrol untuk sedikit mencairkan suasana. Saya pun sangat bersyukur dengan keberadaan suami di toko saat itu. 

Sampai akhirnya beliau bercerita kalau baju yang dipilih tadi untuk anaknya di kampung.
Deg, Masya Allah.. Dari sekian banyak penjual baju, Allah menakdirkan beliau datang kesini. Saya yakin sepanjang jalan beliau berkeliling menjajakan dagangannya, atau saat ke pasar membeli bahan-bahan untuk keperluan jualannya. Ia pasti bertemu banyak penjual baju anak.
Toko yang biasanya sudah tutuppun, hari itu masih buka. Ya, karena Allah sudah merencanakannya.

Kejadian ini, mengembalikan kenangan saya saat kecil. Betapa bahagianya sewaktu Bapak membelikan kami baju baru. Mengingatkan pula akan tawa bahagia Wafa dan Reema saat Abinya pulang membawa hadiah baju untuk mereka.
Saya membayangkan, binar mata bahagia dan tawa merekah serta lompatan-lompatan khas anak-anak, saat beliau menyerahkan baju-baju tersebut.

Karena,
Saya, dan putri-putri saya pernah merasakan itu...
Karena,
Ayah, adalah cinta pertama putrinya..


Pamulang, 30 Januari 2020

Senin, 24 Juli 2017

ALLAH UBAH KEADAANKU SAATKU MULAI BERUBAH


Berdagang, kegiatan yang baru saya mulai sekitar bulan Maret 2017. Sejak teman suami menjadi seorang disributor busana muslim dan toko nya pun tidak jauh dari rumah.

Diawali dengan bergabung dalam grup resellernya, saya mulai menjual produk busana muslim secara online, produk yang merk nya sudah dikenal khalayak, dan juga kualitasnya, karena sudah cukup lama merk ini ada. Untuk menghindari kekecewaan pelanggan saat barang tak sesuai dengan katalog nya.

Hari berganti hari, lalu hitungan minggu, sampai bulan berganti belum ada pelanggan yang mampir menyapa, hingga memasuki pertengahan bulan ketiga Alhamdulillah, pecah telur juga 😄

Senang? Ah... sangat.. bahagia rasanya, usaha akhirnya berbuah juga, optimisme pun kembali muncul, kembali saya mulai rajin memasarkan dagangan saya di lapak online saya Haniya Hijab Collection.

Sambil terus belajar dengan ikut bergabung di grup bisnis, hingga saya mengikuti kelas bisnis yang masih terjangkau dengan kantong saya yang seorang pebisnis pemula.

Ramadhan mulai ramai pembeli, karena momen jelang hari raya banyak orang yang berburu busana muslim, tak hanya para muslimah namun juga sekaligus untuk keluarganya.

Hingga saat mendekati lebaran, tetapi saya sudah tidak melayani orderan, karena tak ingin melewati ramadhan begitu saja. Sambil terus berfikir, lelah sekali rasanya saat jualan mulai ramai.

Alhamdulillah sangat bersyukur namun terus berfikir, setelah ramadhan, setelah momen lebaran berakhir, apakah akan tetap ramai jualan saya.

Bisa jadi akan kembali seperti sebelum bulan ramadhan datang sepi, meskipun terkadang seharian saya membersamai hp. Sering upload foto-foto produk di medsos. Tapi hasilnya tetap sepi.

Tak hanya itu, ada keresahan yang saya tangkap dari suami, meskipun tak diungkapkan secara langsung, karena istrinya begitu sibuk dengan hp, anak-anak pun rasanya sering rewel, seperti mencari perhatian.

Ya, diakhir ramadhan hingga setelah lebaran, hal itu yang sering jadi perenungan bagi saya, bagaimana agar bisnis berkembang, orderan lancar setelah lebaran, tidak sepi seperti bulan-bulan sebelum ramadhan, dan yang terpenting, perhatian dan bonding dengan anak-anak dan suami tak ada yang berkurang, segala keperluan mereka terpenuhi seperti biasanya dan rumah tetap menjadi tempat ternyaman bagi kami.

Dengan tekad kuat, berusaha menyeimbangkan semuanya, saya mulai menerapkan manajemen waktu bagi diri saya, membuat aturan bagi diri saya, terasa beratkah? Ya, pasti. Merasa tak bebas seperti dulu? Sudah tentu.

Tak mudah memang memulainya, namun inilah sebuah konsekuensi saat kita ingin belajar menjadi orang sukses, sukses sebagai istri, ibu, pedagang dan anggota masyarakat.

Memulai dengan disiplin waktu, terus menimba ilmu cara berbisnis dan tak lupa selalu memohon bimbingan sang kholik.

Masya Allah perlahan tapi pasti perubahan pun terjadi, tak hanya berdampak pada diri pribadi, keluarga namun juga bisnis busana muslim yang baru saja dimulai per tanggal 10 juli setelah libir lebaran.

Amazing, jika di bulan-bulan sebelumnya hampir seharian saya menggenggam hp, namun sepi pembeli, saat ini hanya 4 jam dalam sehari total saya memegang hp dengan waktu yang terjadwal. Alhamdulillah hampir setiap hari saya closing.

Benar sekali firman Allah bahwa _Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum itu yang merubah diri mereka sendiri_.

Terus berdoa, balajar, mau berubah semoga Allah beri jalan yang terbaik. Aamiin

Pamulang, 24 Juli 2017
🏡 Sukma 🏡
(Manajer rumah cinta)

Selasa, 18 Juli 2017

To Do List Yang Mengubah Semuanya


Alhamdulillah...
Masya Allah, berawal dari to do list, ketika saya mulai membuat agenda harian, aktifitas penghuni rumah ini ikut berubah.

Tak dapat dipungkiri, bahwa seorang ibu memiliki peran yang begitu besar dan luar biasa bagi kehidupan di suatu keluarga.

Seorang ibu yang memiliki aktifitas teratur dengan manajemen waktu yang baik, maka kondisi rumah dan seisinya insya Allah akan ikut teratur juga. Ya, karena ibu adalah manajer bagi sebuah keluarga.

Saya pun, telah mempraktekkan, agenda harian membuat aktifitas harian saya teratur, pekerjaan saya terselesaikan dengan baik, aktifitas anak-anak saya yang masih balita ikut terjadwal dengan baik, karena kegiatan kami pasti dan harus seiring sejalan.

Tak hanya kondisi rumah yang terlihat rapi dan anak-anak yang teratur kegiatannya, dapat melayani keperluan suami dengan baik, saya pun memiliki waktu yang cukup untuk diri sendiri, saya dapat menjaga kebugaran tubuh saya dengan berolahraga, saya dapat menambah wawasan saya dengan membaca buku, berkontribusi di lingkungan dengan mengajarkan baca tulis Al-Qur'an anak-anak sekitar rumah dan saya dapat menghasilkan uang dengan berbisnis.

Alhamdulillah...
Perlahan, berusaha memperbaiki diri, agar dapat memberikan manfaat bagi pribadi, keluarga dan orang lain.. Aamiin..

Selasa, 11 Juli 2017

TO DO LIST

Baru dalam hitungan bulan saya mulai akrab dengan kalimat ini. Membaca dan menggali tentang membuat to do list, tapi belum tergerak membuat, baru hanya dalam gambaran dan khayalan diotak.

Sampai seorang teman sharing di wag sharing mengajak untuk membuat to do list, lalu nanti kita sharing setelah berjalan. Tergeraklah saya untuk mulai membuat, bermodalkan sebuah buku agenda dan pulpen, yang keduanya adalah souvenir sewaktu paksu mengisi pesantren kilat di Garuda Indonesia Ramadhan tahun ini. Lumayan menambah semangat dengan buku agenda baru.

Entah, kapan terakhir saya merasakan menulis di buku, karena selama ini apapun selalu saya simpan dan ketik di HP, dan kalau hp saya hilang, wassalam
2 kali kehilangan hp tak membuat saya kapok menyimpan berbagai info dan catatan di hp.

Mulailah saya mengukir huruf-huruf dibuku agenda, membuat jadwal harian detail dengan jam nya, mulai bangun tidur hingga kembali ke pulau kapuk.

Hari pertama, tidak terlaksana
Tidak sesuai jadwal dan prakteknya hari itu, "nanti dulu deh, masih repot" ungkap saya dalam hati sebagai pembelaan, kalimat pembelaan yang mengawali pagi terus berlanjut hingga malam, dan gagal lah hari pertama.

Hari kedua mulai berjalan, ketiga dan seterusnya terus berjalan, meskipun sampai saya menuliskan ini belum 100% kegiatan harian saya sesuai jadwal, godaan toleransi untuk melanggar jadwal 1, 2, 3 bahkan 4 kegiatan masih ada.

Tetapi walaupun belum 100% praktek dari _to do list_ yang saya buat, hasilnya masya Allah luaarrr biasa  . Karena mampu mengubah kondisi rumah saya jauh lebih rapi, mudah menemukan barang apapun
Waktu untuk diri sendiri ada, selama ini selalu ngerasa tidak punya waktu, padahal banyak
Setiap hari suami dan anak2 bisa menikmati masakan saya (setiap hari saya bisa masak itu hebat , biasanya ada aja yang beli ) jadi lebih menghemat pengeluaran, apalagi habis lebaran
Pencatatan keuangan keluarga harian pun merasa diperlukan, dan akhirnya punya pembukuan rumah tangga hehee

Waktu untuk diri sendiri diantaranya gowes, biasanya olahraga hanya senam saya, saya punya waktu lebih banyak untuk baca buku dan menulis (ini aktivitas yang entah sudah berapa tahun tidak saya kerjakan).

Itu baru 2 manfaat bagi pribadi, manfaat bagi anggota keluarga lain seperti paksu dan anak2 nampak lebih senang juga, *ratu* dirumah ini tak hanya sibuk dengan kerjaan rumah dan hp
Siang pun saya bisa tidur nyenyak karena tidak kefikiran kerjaan-kerjaan yang belum beres

Alhamdulillah...
Semoga istiqomah

Minggu, 20 Januari 2013

WAFA HANIYA QUR'ANA DAN PALESTINA


Putriku yang sholihah...
Saat Umi membuat tulisan ini, saudara-saudara kita di negeri para nabi Palestina sedang diserang bangsa kera Israel la'natullah 'alaih.

Tak sedikit teman-temanmu di negeri tempat kiblat pertama umat Islam yang menemui syahidnya. Mereka yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak sepertimu namun masa tersebut telah direbut dalam serangan orang-orang jahat Yahudi, tetapi dalam kondisi peperangan teman-temanmu selalu ingat bahwa Allah selalu bersama mereka, sehingga tak ada ketakutan dalam hati mereka meskipun anak-anak seperti mereka harus berhadapan dengan tank dan rudal israel.

Nak Sholihah...
Kamu tahu kenapa Abi dan Umi memberimu nama WAFA HANIYA QUR’ANA?
Dalam nama tersebut tersimpan Do’a, Impian dan harapan kami padamu. Do’a, impian dan harapan sepasang orang tua untuk putri tercintanya. Semoga Allah memberkahi kita Nak..


WAFA
Pada malam ke-23 Ramadhan 1433 H, Syekh Adnan Ali Ar-Rantissi (adik DR. Abdul Aziz Ar-Rantissi, seorang syahid)
Menghadiahkan nama wafa untukmu, Wafa adalah putri bungsu beliau yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an di usia 9 tahun. Do’a, Impian dan Harapan kami, kamu akan mengikuti jejaknya, menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Aamiin Ya Allah...

HANIYA
Syahdunya lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan syekh HANI ar-Rifa’i, tak hanya mendamaikan hati, namun juga mampu menghadirkan penghambaan saat jiwa Alpa. (Umi mengagumi beliau)

Ismail HANIYA, seorang perdana menteri Palestina ini dan salah satu petinggi HAMMAS ini, dibalik syahdunya bacaan Al-Qur’an saat menjadi imam yang mampu membuat para jama’ah ikut menitikkan air mata (itulah salah satu tanda kedekatan seorang hamba dengan Allah Nak), beliau juga seorang yang berjiwa ksatria membela dan mempertahankan negeri yang dibebaskan oleh Sholahuddin Al-Ayubi, Palestina (Abi mengagumi beliau)

Perpaduan kedua nama ini kami ambil menjadi namamu Nak Sholihah. Do’a, Impian dan Harapan kami, kamu akan mewarisi kebaikan keduanya yang membuat Allah ridho dan para penghuni langit dan bumi mendo'akan mereka.

QUR’ANA
Syahrur Ramadhan yang merupakan bulan kelahiranmu adalah Syahrul Qur’an, dibulan ini Al-Qur’an diturunkan, dibulan ini orang-orang beriman semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Dan Nak sholihah tahu? Palestina adalah negeri pencetak para penghafal Al-Qur’an. Banyak sekali anak-anak diusia kecil mereka begitu akrab dengan Al-Qur’an...
Do’a, Impian dan harapan kami kamu akan mengikuti kakak-kakakmu di negeri syuhada Palestina... Aamiin.. Ya Allah..

Itulah Do’a, Impian dan Harapan kami padamu Nak Sholihah... Kelak dalam suaramu, dalam gerak jasadmu, dalam geliat fikirmu, dalam kehalalan hartamu, dalam gelora jiwamu dan dalam sujud-sujud panjangmu ada sumbangsih untuk Palestina, seperti yang dicontohkan Bunda Yoyoh Yusroh... Aamiin ya Allah...

Dalam kedho’ifan Abi dan Umi terurai do’a pada sang Maha Kuasa, semoga Do’a, impian dan harapan kami kan terwujud... Aamiin... Ya Allah..

*Ammah/ami.. doakan Wafa y...

Pamulang, 19 November 2012

Selasa, 13 November 2012

SAAT KESYUKURAN DIUJI



Ketika keinginan dan impian datang setelah menanti dan mengusahakan bertahun-tahun, pencarian dan penantian yang sempat mampir, namun tak sempurna, hanya sekedar penggembira dan pengobat rindu. Tetap disyukuri...

Dalam pengembaraan ternyata menyimpan banyak impian, impian sebatas keinginan dan cita-cita serta impian yang memang merupakan sunatullah. Itulah impian...

Adakalanya impian itu datang bersamaan, kadang pula ia datang silih berganti dan bergilir. Tergantung sang empunya kehendak.

Ketika ia datang bersamaan, merupakan anugerah yang begitu indah, saat ia datang bergiliran pun tetap menjadi anugerah yang patut di syukuri. Harus disyukuri...

Namun, bagaimana jika ia datang terbalik, saat waktu dan momen sudah berubah, dua kesyukuran yang datang disaat bersamaan tapi tak dapat digenggam bersamaan karena masa telah berbeda.. Penuh kesyukuran :)...

#Santika

Senin, 12 November 2012

MUJAHIDKU

Senyum begitu cerah Tertampak
Tawa begitu renyah mengembang diantara tarikan gurat wajahnya
Tajam dan dalam kedua sorot mata itu bersinar
Kuat dan kokoh tapak kakinya menjejak

Sebuah cita…
Sebaris mimpi…
Pengokoh azzam dalam setiap geraknya
Penguat asa dalam titian langkahnya
Tanpa terucap, tanpa terdengar
Tersimpan dalam sukma terdalamnya

Ia masih bergerak
Dalam hiasan debu-debu jalanan
Dalam curahan lembut sang mentari
Dalam tumpahan butiran bening sang langit

Ia terus bergerak
Saat peluh ingin terseka
Saat kelopak ingin menutup
Saat tubuh ingin terhampar


Mujahid itu masih terjaga
Dalam detak detik waktu bergulir
Dalam gelap pekat menghantar
Dalam keheningan malam menemani
Terjaga, dalam lingkaran amanah dipundaknya

Ia akan terus bergerak
Dengan membawa segenap kekuatan dan kelemahan
Dalam segala Kelebihan serta keterbatasannya …

Ia masih dan akan terus bergerak dan bergerak
Hingga tapak tak terjejak
Hinggga genggaman terlepas
Hingga kelopak itu tertutup
Hingga…
Sang penguasa menghentikan langkahnya…

Untukmu mujahid tercintaku
SYAHRIL RAMADHAN LUBIS
Semoga Allah memberkahi langkah2mu , senantiasa membimbing dan meneguhkanmu di jalan-Nya…

Ku Ingin Mengabdi II


Ada keceriaan setiap kali wajahnya tampak
Ada gurat senyum dan tawa terkembang
yang turut serta menjalar ke sekeliling
Ah, suamiku...
Senyum dan tawamu begitu setia menemani hari-hariku...

Ada celoteh penghilang penat
Ada gurauan penawar duka
Ada sabar dan cinta pendamping nasehatmu
Ada semangat yang menyertai supportmu untukku
Suamiku, bahagia bersamamu...

Ada harap dalam doamu
Ada cita dalam anganmu
Ada tulus dalam kasih dan baktimu
menghiasi kesetiaan pengabdianmu pada sang bunda
Terasa kasih dan cinta yang besar pula pada bunda anakmu
Semoga Allah memberkahimu...

Dalam asa dan do'amu
Dalam meniti akhir impianmu
Ku ingin mengabdi
Berharap ada cinta dan jannah-Nya kan kuraih...


"sesungguhnya Engkau tahu

bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu


bertemu dalam ketaatan

bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan


kuatkanlah ikatannya

tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahyaMu

yang tiada pernah padam
ya Robbi bimbinglah kami…"

" BUNGA UNTUK SYUHADA "



Seputih melati, ruh sucimu kembali keharibaan-Nya..
Semerbak melati mewangi, seharum darah syahidmu tumpah ke bumi..


Helai-helai mahkota yang berguguran, tangkai demi tangkai yang berjatuhan tak serta merta merobohk
an pohon melati yang bertengger indah..


Gugurnya bunga-bunga syuhada takkan pernah menghentikan pohon perjuangan yang terus merangsak bersemi..

Pohon-pohon perjuangan akan terus menumbuhkan mujahid-mujahidah yang selalu bermekaran,
Siap menjadi bunga-bunga syuhada yang kan mengharumkan taman-taman perjuangan...

TIPS MEMBENTUK ANAK MENJADI SEORANG YANG TANGGUH SEPANJANG ZAMAN



 1) Mulailah dari diri Anda !
2) Janganlah bersikap kasar
3) Tanamkanlah rasa percaya diri
4) Jangan jadikan dia pengekormu
5) Jagalah terus kemandiriannya
6) Jangan berlebihan melindunginya (over protective)
7) Tumbuhkanlah jati dirinya.
8) Ajarkanlah ia bahwa hidup hanyalah sementara.
9) Berusahalah terus mengembangkan kecakapan dirinya.
10) Berilah kesempatan padanya untuk membantu Anda.
11) Biarkan dia bermain.
12) Tegakkanlah aturan keluarga di rumah Anda.
13) Jadikan dirinya orang yang memiliki obsesi yang tinggi.
14) Bantulah anak dalam memilih teman.
15) Hindari cemoohan dan hujatan padanya
16) Bangunlah sasaran dan tujuan hidupnya.
17) Jadikan dia pribadi yang cekatan.
18) Berikanlah limpahan tugas yang tidak mengekang.
19) Tegakkan tanggung jawab dalam dirinya.
20) Alihkan tanggung jawab padanya.
21) Terus meningkatkan prestasi untuk menjadi yang terbaik.
22) Pujian dan Sanjungan yang tidak berlebihan.
23) Berikanlah kebebasan memilih.
24) Utuslah anak untuk menyelesaikan urusan Anda.
25) Ajaklah anak Anda dalam pertemuan orang dewasa.


(BukuSumber : 25 Cara Mencetak Anak Tangguh, Syaikh Akram Mishbah Utsman, Pustaka Al-Kautsar)
Semoga Bermanfaat dan dapat mencetak anak-anak tangguh sesuai zaman di mana ia hidup !


Dari Fb ust. Diki tp fotonya foto anakku :)

Senin, 05 November 2012

AKU RINDU...

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …


Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …


Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …

Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …

KATA-KATA "SANG MURABBI" KH RAHMAT

Jumat, 02 November 2012

KAIFA HALUK YA NAFSIY ???


Segala puji hanya milik Allah sholawat dan salam teriring pada Rasulullah SAW

Kaifa haluk... kalimat yang serimg terlontar saat kitra bertemu dengan rekan dan saudara kita untuk menanyakan tentang keadaannya dan kalimat itu senantiasa tertuju kepada pihak kedua (kamu)

Namun dikesempatan ini ,mari kita coba gunakan kalimat itu untuk diri kita sendiri.. Kaifa haluk ya nafisy??? (apa kabar wahai diriku?)

Setiap kita tentu kenal dengan kondisi diri kuta itulah firman Allah "Balil insanu 'ala nafsihi bashiroh" Dan dengan pengetahuan yang cukup akan diri kita,maka jawablah wahai diriku...

Kaifa haluk?... apa kabar?... masihkah kekuata iman menghujam dalam jiwamu? apa yang menghalangiumu untuk menambah iman? Apa yang memberatkanmu datang ke majelis2 iman? apakah kamu sudah merasa yakin bahwa dirimu akan selamat dengan prestasi ala kadarnya? Masihkah ada komitmen dengan janji yang kau ikrarkan setiap hari dihadapan rabb mu bahwa" sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanya untuk Allah? atau seluruh potensi dan waktumu hanya kau habiskan untuk membangun kebesaran dunia? Ayo jawab wahai diriku....

Andaikata seluruh rangkaian hidupmu kamu catat sendiri dan di penghujungtahun ini kau audit buku hidupmu, pasti kau akan temui wahai diriku, betapa banyak amanat yang tidak kamu tunaikan,betapa banyak kewajiban yang kamu terlantarkan, betapa banyak hak2 yang kamu abaikan betapa banyak nikmat yang kau kufuri, betapa banyak ibadah yang kau sia2kan.. betapa banyak... betap banyak..
dengar wahai jiwaku " iqro kitaabak kafaa binafsikalyauma 'alaika hasiiba" *(bacalah catatanmu, maka cukuplah dirimu yang akan menghitung amalmu)

Kifa haluk... Apa kabar wahai diriku..? Lihatlah ummat di sekelilingmu telah menunggumu..! Adakah uluran tangan kebaikanmu telah menyentuh saudaramu? adakah sepatah kata tausiyahmu telah terucap? Adakah perbuatanmu dan titahmu telah menjadi qudwh dan pendorong kebaikan? Adakah ilmumu telah menerangi saudaramu dari kegelapan? Adakah tampilan akhlakmu telah menjadi cerminbagi saudaramu?...

Ataukah kamu.. wahai diriku,sampai saat ini dan detik ini... masih sibuk dengan diri sendiri? Apakah belenggu kesibukan dunia menghimpitmu sedemikian rupa sehingga kamu tak sempat berbuat apa2?..

Kaifa haluk... Apa kabar wahai diriku?.. sudah saatnya kau menatap luasnya cakrawala kehidupan yang sesungguhnya, tiba saatnya kamu memerdekakan diri dari belenggu diperbudak dunia, sudah saatnya kamu membebaskan diri dari kejahatan sistem hidup yang mengitarimu menuju keadilan sistem islam, sudah saatnya wahai diriku kamu berbicara dan berbuat agar ada perubahan... Innalloha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiru maa bi anfusihim.

(Ust. Ibnu Jarir, Lc. M.Pdi.)

KARENA HARAPANLAH KITA BERTAHAN

Alhamdulillah......:)
Setelah adzan Zuhur berkumandang, syuro hari inipun berakhir...
Semangat...
Kata yang begitu indah di dengar,tak hanya indah namun memiliki energi untuk di tularkan...
Saat seseorang masih memiliki semangat apapun pasti dapat di lalui (INSYA ALLAH),
Selama semangat masih ada berbagai rintangan terasa ringan,
Selagi semangat itu berkobar tak ada yang dapat memadamkan kecuali kahendak Allah
So...
tetaplah bersemangat :)

Tak cukup hanya tekad dalam mengejar cita, tak cukup hanya semangat untuk menggapai mimpi.. karena tekad adakalanya melemah, begitu pula semangat ada masa2 dia turun, berarti kita perlu menambah satu kata lagi dalam kamus perjuangan kita, betulkan?
Satu kata yang akan memelihara semangat kita, satu kata yang kan mengokohkan azzam kita, sebuah kata...Y.A.K.I.N...
Keyakinan kita akan janji-Nya...
Bahwa DIA akan menolong siapapun yang menolong agama-Nya..
Bahwa DIA akan mengokohkan pijakan insan-insan yang berjuang menegakkan agama-Nya..
Bahwa DIA akan memenangkan perjuangan ini,sampai tak ada lagi fitnah dan agama ini hanya milikNya...
Subhanallah...
Tak ada yang lebih tepat dan benar janji dari sekian janji, melainkan janji-Nya... Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya...

"Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya

Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman

Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da?wah ini , jalan panjang

Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi" (TEKAD, izzatul islam)

TEKAD terlahir karena HARAPAN...
SEMANGAT hadir karena HARAPAN...
KEYAKINAN bersemayam untuk HARAPAN...
Dan karena HARAPAN itulah kita BERTAHAN...

My Wedding

3 Ramadhan...
Alam bersuka cita dalam limpahan rahmat-Nya
energi ketundukanmembalut bumi dan seisinya
Dalam gegap gempita penghambaan insan beriman
Allah hadirkanseorang bayi laki-laki meramaikan Ramadhan yang syahdu
Syahril Ramadhan Lubis...

1 Syawwal...
Ramadhan berlalu, fajar syawwal menyingsing
Gelombang takbir mengangkasa
mengiringi hadirnya sukma-sukma nan fitri
Terbukalah mata seorang bayi perempuan menatap dunia
Fitri Indiya Sukma...

Bergeraklah mereka dalam puttaran roda takdir masing-masing
hingga skenario-Nya membawa mereka pada proses ta'aruf 12 Februari 2011
Menjalinkan mereka dalam ikatan khitbah 6 Maret 2011
Dan menyatukan mereka dalam akad nikah 10 April 2011

Yaa Rabb...
Tsabatkan mereka di jalanMu
Bimbing mereka dalam membentuk keluarga dakwah yang sakinah, mawaddah wa rahmah...


Kamis, 01 November 2012

Sang Murobbi

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani

Asi Ekslusif

Asi ekslusif merupakan pemberian air susu ibu kepada bayi umur 0 – 6 bulan tanpa disertai makanan ataupun minuman tambahan, kecuali dalam kondisi tertentu sang bayi sakit dan membutuhkan obat sebagai terapi penyembuhan. Tujuan dari pemberian ASI Eksklusif antaranya adalah untuk melindungi bayi dari resiko infeksi akut seperti penyakit diare, haemophilus influinza, meningitis, diabetes militus, infeksi telinga serta infeksi saluran kemih. selain manfaat yang luar biasa untuk bayi, pemberian Asi ekslusif juga sangat baik untuk menunjang kesehatan sang ibu.

Bagi ibu yang rutin memberikan ASI Eksklusif pada bayi, maka itu dapat menunda proses kembalinya kesuburan, mengurangi resiko pendarahan pasca melahirkan,  kanker ovarium, serta mencegah tumbuhnya kanker payudara. selain itu, pemberian ASI Eksklusif  secara penuh hingga 6 bulan juga dapat mengurangi kemungkinan resiko hamil lebih dini bagi seoarng ibu, sekaligus mempermudah proses pengembalian postur tubuh yang normal seperti semula.


Seberapa Penting Pemberian ASI Eksklusif

Pentingnya ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang tua juga harus mulai menyadari akan dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak di berikan pada bayi dengan maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan bisa sangat terhambat dan kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat.

Seperti kita ketahui bersama dengan ibu memberikan ASI nya secara maksimal maka otomatis sang ibu akan mentrasfer imunitasnya kepada si bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga bisa sehat. Kita harus coba bersama-sama memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melindungi hak bayi dalam memperoleh ASI eksklusif.

Perhatian akan pentingnya ASI eksklusif juga harus datang dari lingkungan sekitar, ini agar pemberian ASI eksklusif di terapkan dalam kebiasaan atau budaya yang harus di lestarikan. Karena meskipun ada susu formula yang anda andalakan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan sebaik ASI. Karena banyak sekali kandungan susu formula yang tidak terdapat pada ASI, asi lebih memiliki fungsi menyeluruh pada bayi sedangkan susu formula hanya memacu sebagian saja. Jadi, sudah sangat jelas bahwa memberikan ASI eksklusif adalah hal yang tidak bisa di gantikan.

Sumber :  dunia anak

Selasa, 30 Oktober 2012

Belahan Jiwaku...


Kanda (Abi Sayang)
Wafa (Nak Sholihah Nan Cantik)